Kehadiran Kakek Misterius Sebelum Kejadian Tragis 6 Orang Hanyut di Sungai Bahapal
Sungai Bahapal, Simalungun. (IST)
News
Kab. Simalungun

Kehadiran Kakek Misterius Sebelum Kejadian Tragis 6 Orang Hanyut di Sungai Bahapal

Selasa, 21 Juli 2020 12:03 WIB 21 Juli 2020, 12:03 WIB

INDOZONE.ID - Sebelum kejadian tragis enam orang hanyut yang merupakan rombongan keluarga di Sungai Bahapal, Huta Sipanga Bandar Huluan, Simalungun, Sumatera Utara, seorang korban yang selamat menceritakan kejadian aneh saat bertemu seorang kakek, yang dianggapnya misterius.

Menurut korban selamat tersebut, Yogi (11), sebelum pergi mandi-mandi ke Sungai Bahapal bersama anggota keluarganya yang lain, dia sempat bertemu dengan seorang kakek-kakek di dapur rumah keluarganya itu. Kakek tersebut sempat meminta foto dengan Yogi.

"Sini dulu kita foto untuk kenang-kenangan,” kata Yogi, menirukan ucapan kakek misterius yang tidak dikenalnya itu.

Yogi sempat tidak mau, namun kakek itu memaksa sehingga mereka akhirnya berfoto. Kakek itu kemudian memberi aku uang Rp50 ribu. Setelah memberikan uang, Yogi menoleh ke belakangan dan kakek tersebut sudah tidak ada lagi. Saat dia hanyut, dia tetap merasakan hal aneh soal keberadaan kakek misterius itu.

“Sewaktu aku sudah selamat dari hanyut itu, aku berjalan di pingir sungai. Aku ketemu lagi sama kakek itu, aku sapa kakek itu tapi kakek itu diam aja sambil menundukkan kepalanya, aku sambil jalan aja, setelah aku lihat kebelakang lagi kakek itu sudah tidak ada lagi, kakek itu memakai baju coklat dan celana jeans tapi celana jeansnya beda,” ucap Yogi.

Yogi merupakan anggota keluarga yang pertama kali hanyut terbawa arus sungai dan selamat. Saat terbawa arus sungai yang sangat deras, dirinya tiba-tiba bisa meraih  akar kayu yang ada di sungai.

“Saat mandi-mandi, tiba-tiba saja perasaan saya itu air datang sangat kencang seperti banjir, sayapun hanyut terseret banjir,” aku Yogi, seperti diberitakan media Simadanews.

Namun, saat hanyut dia mencari pegangan agar tidak terseret arus, sehingga dia tidak terbawa arus. Namun, menurut anggota keluarga yang lain, Arbani, sebenarnya bukan akar kayu yang dipegang Yogi. Tapi ibunya Lisnawati yang berhasil meraih tangan Yogi.

“Yogi merasa itu akar kayu. Padahal, tangannya yang dipegang ibunya bernama Lisnawati,” kata Arbani.

Sebelumnya diberitakan, kejadian tragis menimpa satu keluarga di Simalungun. Enam dari anggota rombongan keluarga dari Desa Paya Bagas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai, meninggal dunia terseret arus Sungai Bahapal di Dusun Sipangah Desa Bandar Selamat Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (19/7/2020). 

Peristiwa naas itu terjadi setelah keluarga rombongan keluarga besar korban, Sunardi Sitanggang (44) warga Dusun Paya Bagas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai, mengunjungi rumah keluarga Mariana (56) di Dusun Sipangah Desa Bandat Selamat Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun.

Dari sana, keluarga korban juga singgah di keluarga Arbani (70) yang lokasinya tidak jauh dari Sungai Bahapal. Setelah bersilaturahmi, keluarga pergi ke Sungai Bahapal dengan maksud ingin mandi-mandi. 

Menurut penuturan salah satu anggota rombongan keluarga, saat itu sebagian dari rombongan, Evi Naibaho (44) istri Sunardi dan tiga putrinya Firli Ayu (12), Fitri Ayu (10), Feby Ayu (8) ditemani ipar Sunardi, Rahmansyah (40) serta kemanakannya Rizki (8) dan Yogi (10) turun ke Sungai Bahapal. 

Namun, tak lama setelah mereka mandi-mandi di sungai itu, salah satu kemenakan Sunardi, yaitu Yogi abang dari korban Rizki, berteriak minta tolong karena terbawa arus sungai. Mendengar suara minta tolong, anggota keluarga yang melihatnya segera bergegas datang menolong Yogi.

Namun naas, anggota keluarga yang menolong terbawa arus. Justru, Yogi yang semula minta tolong berhasil diselematkan. 

Mendengar informasi ada orang hanyut terbawa arus, warga sekitar berdatangan untuk membantu melakukan pencarian korban. 

Pertama, ditemukan dalam kondisi meninggal putri Sunardi, Febri dan kemanakannya Rizki. Sekitar dua jam kemudian ditemukan jasad Firli Ayu dan Fitri, yang kemudian disemayamkan di rumah Mariana.

Sekitar pukul 17.00 WIB jasad Evi Naibaho ditemukan lebih kurang 5 kilometer dari Dusun Sipangah, tepatnya di Dusun Kebun Sayur Desa Naga Jaya I Kecamatan Bandar Huluan. Jasad Evi Naibaho juga disemayamkan di tempat yang sama menunggu di bawa ke Desa Paya Bagas untuk dikebumikan

Kapolsek Serbalawan IPTU Abdullah Yunus Siregar menjelaskan, enam korban itu merupakan satu keluarga, ibu dan tiga anaknya, ipar serta kemenakan dari Suhardi Sitanggang (44). Dari enam korban, satu di antaranya hingga kini belum ditemukan jasadnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US