Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, Begini Tanggapan Pihak Perhimpunan RS
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7). (ANTARA FOTO/Arnold)
News
Nasional

Tarif Rapid Test Rp150 Ribu, Begini Tanggapan Pihak Perhimpunan RS

Senin, 13 Juli 2020 15:53 WIB 13 Juli 2020, 15:53 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan standar tarif pelayanan rapid test Covid-19. Dalam surat edaran Kemenkes RI nomor HK.02.02/I/2875/2020 disebut bahwa tarif maksimal rapid test mandiri adalah Rp150 ribu.

Terkait penetapan tarif itu, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pun menanggapinya.

Sekretaris Jenderal PERSI, Lia G. Partakusuma mengatakan pihaknya sudah mulai mengimbau rumah sakit untuk menerapkan aturan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun, Lia tak memungkiri bahwa masih ada rumah sakit yang keberatan. Sebab menurutnya, pelayanan rapid test tidak cuma dihitung dari alatnya saja.

"Waktu awal COVID ini datang kita tidak banyak punya pilihan untuk diagnosa deteksi ini. Sehingga yang menawarkan jenis pemeriksaan ini sangat terbatas. Sementara permintaan begitu banyak, tetapi yang ada terbatas. Sehingga itulah yang menyebabkan mungkin harga itu tidak terkontrol," kata Lia dalam konferensi yang disiarkan BNPB pada Senin (13/7).

"Banyak RS yang meminta kepada PERSI apakah mungkin ada masa transisi. Karena pembelian yang dulu itu sedikit sekali yang harganya di bawah 100 ribu," tambah dia.

Lia merincikan, ada beberapa komponen lainnya dalam setiap pelayanan rapid test, mulai dari alat rapid test itu sendiri, termasuk reagennya. Jarum suntik atau kapas alkohol, lalu alat pelindung diri (APD), dan biaya jasa tenaga medis.

"Jadi tarif ini terdiri dari berbagai macam komponen, termasuk jasa pelayanan. Jadi buat rumah sakit, kalaulah ada patokan mengenai berapa sih sebetulnya reagen itu yang layak dibeli oleh kami, tentu buat kami juga jadi lebih aman... Intinya komponen dari pemeriksaan ini bisa dikendalikan, tentu otomatis rumah sakit akan bersedia mengikuti itu," pungkas Lia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US