Bentuk Dadanya Jadi Sasaran Warganet, 'Ratu Entok' Medan: 'Cantik kau sikit, ya!'
Seorang perempuan mengaku 'Ratu Entok' mengeluhkan sistem daring yang menurutnya pembodohan. (Facebook/Ratu Talisha)
News
Kota Medan

Bentuk Dadanya Jadi Sasaran Warganet, 'Ratu Entok' Medan: 'Cantik kau sikit, ya!'

Senin, 27 Juli 2020 14:50 WIB 27 Juli 2020, 14:50 WIB

INDOZONE.ID - Niatnya ingin mengomentari sistem belajar daring yang malah merepotkan ibu-ibu di rumah, seorang ibu di Medan malah mendapatkan komentar lain dari warganet, yang mengomentari bagian dadanya.

"Hai para deterjen yang maha benar dan maha suci, ini video untuk mengomentari video yang tadi," katanya dengan nada kesal, seperti diunggahnya di akun Facebook-nya, Ratu Talisha, Senin (27/7).

Dia mengatakan bahwa anaknya sendiri tidak ada masalah. Malah anaknya dapat ranking pertama di sekolah. Namun, yang dia persoalkan ialah sistem belajarnya akhir-akhir ini yang semakin membebani orang tua.

"Yang saya permasalahkan sistem daringnya, kalau hanya mengasikan tugas seperti sehari-hari biasanya, kita nggak heboh, karena anak kita yang megang HP, HP kita jadi terbagi dua, kedua mata anak kita yang sakit, ketiga nggak habis kuota, keempat yang paling buat fatal itu di mana-mana dibuka (tapi) sekolah nggak dibuka. Kalau takut anaknya nanti ada yang metong (mati) sehingga guru disalahkan, ya udah sekolahnya tutup aja, nggak usah ada perbandingan mall dibuka sekolah ditutup," katanya mengomentari video pertamanya yang viral.

Dia mengatakan bahwa sistem daring yang sebenarnya dia tidak suka. Karena selain tidak berlaku adil, sistem daring tersebut malah membuat pembodohan terhadap anak-anak. 

"Jadi sistem daring ini yang tidak suka. Jadi mulutmu yang paling tajam berbicara itu, yang aku tidak suka membilangkan aku hanya bisa membesarkan tet*k, ngurus diri sendiri, anak nggak terurus, hellloooo, anakku dapat beasiswa, murni beasiswa, siapa lagi kalau nggak aku yang ngajarin," katanya.

Dia pun meminta agar warganet menilai dari sisi positifnya, jangan justru melihatnya secara fisik.

"Otaknya jangan kotor aja nilai orang, tau kau! Cantik kau sikit ya," katanya lagi.

Pada video sebelumnya, perempuan yang menyebut dirinya 'Ratu Entok' ini mengeluhkan sistem belajar daring.

Sistem daring yang diberlakukan sekolah untuk murid-murid, yang membuat ibu-ibu menjadi repot dan sibuk mengajari anaknya di rumah. Padahal, seharusnya yang mengajari anak mereka adalah guru, bukan orangtua murid di rumah, yang sibuk bekerja.

"Pusinglah pokoknya yang daring-daring ini, yang ada darting (darah tinggi) mamaknya. Entah apalah Indonesia ini. Udahlah, mal udah dibuka, mal udah dibuka, semua udah dibuka, telanjang semua orang di jalan, ramai, hiruk pikuk, sekolah tak boleh," katanya.

Dia mempersoalkan kenapa biaya sekolah tetap full, padahal anak belajar di rumah. Guru di sekolah hanya mengirimkan tugas dari sekolah, lalu anak-anak mengerjakannya di rumah dengan bantuan orangtua mereka.

"Mamaknya pun yang belajar, uang sekolah harus full. Buku harus dibayar semua, anak tak masuk-masuk sekolah, masuk cuma setengah jam, habis itu pulang, hanya numpang kencing aja di sekolah, pusing," katanya. 

Dia mengeluhkan kebijakan Menteri Pendidikan, yang dianggapnya kurang smart. Jika mal sudah dibuka, sekolah harusnya juga sudah dibuka, walaupun harus dengan menggunakan masker.

Sistem yang terjadi sekarang, menurutnya adalah pembodohan secara tidak langsung. 

"Anak sekolah orangnya itu-itu aja, tapi nggak boleh masuk. Seandainya pun apa, ya pakai masker, sehat-sehat ajanya, ya kan? Ini daring-daring, ya ada darting, pusing mamaknya. Anak makin bodoh, ini namanya pembodohan secara nyata, penjajahan secara nggak langsung," katanya lagi.   

Keluhan 'Ratu Entok' ini mendapat tanggapan hingga lebih dari 10.000 dan sudah dibagikan hingga 87.000 kali.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU