Pilkada Medan, Pakar Hukum UMSU Minta Bawaslu Profesional soal Pelaporan kepada Wagub
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeckshah. / istimewa
News
Kota Medan

Pilkada Medan, Pakar Hukum UMSU Minta Bawaslu Profesional soal Pelaporan kepada Wagub

Jumat, 23 Oktober 2020 13:49 WIB 23 Oktober 2020, 13:49 WIB

INDOZONE.ID - Pakar hukum asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Abdul Hakim Siagian mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan agar bisa profesional dalam menangani laporan tim Calon Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution-Salman Alfirisi (AMAN) terhadap Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah. Mengingat karena standar netralitas yang diterapkan di Pilkada memiliki tafsir cukup luas.

Menurutnya kepala daerah dan wakil kepala daerah merupakan pemimpin yang lahir karena berpolitik dan melewati proses politik.

"Bahwa kemudian itu menjadi pelanggaran, harusnya jangan pelanggaran tertentu aja yang diproses. Tetapi itulah politik, kadang-kadang semut di seberang lautan kelihatan tapi gajah di pelupuk mata sengaja tak ditengok," kata Abdul Hakim, Jumat (22/10).

Abdul Hakim mengatakan dari informasi yang diperolehnya, kehadiran Ijeck dalam peresmian Pesantren Tahfidz Alquran, Yayasan Amal Tahfidz merupakan sebagai kader Partai Golkar. Kemunculan Ijeck dengan Bobby di lokasi tersebut dinilainya merupakan hal yang tak perlu dipertentangkan lagi.

"Ini juga dari informasi yang saya peroleh di media, Pak Ijeck hadir di sana karena beliau adalah kader Golkar. Bahwa kemudian ada salah satu paslon yang hadir dan kebetulan didukung oleh Partai Golkar, ini tentu masih relevan," ujarnya.

Hakim menyebutkan setiap kontestan di Pilkada memiliki hak untuk mengadukan dugaan pelanggaran yang dilakukan kompetitornya. Namun demikian, dia meminta untuk setiap paslon memiliki pertimbangan yang matang sebelum melapor. dalam iklim demokrasi setiap orang punya hak untuk mengadukan dugaan pelanggaran di Pilkada.

"Mengadu itu kan hak, tapi harus dibandingkan dengan indikasi pelanggaran lain. Pelanggaran paling serius adalah protokol kesehatan. Inilah yang kita harapkan Bawaslu profesional. Ibarat penyakit jantung tapi kenapa penyakit paru yang diobati. Jangan sampailah begitu," ucapnya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Faisal Riza mengatakan secara politik bisa menerima kapasitas Ijeck hadir di acara tersebut bersama Bobby. Hal ini dikarenakan Ijeck merupakan kader Golkar sedangkan Bobby Calon Walikota yang diusung Golkar.

Meski begitu diakuinya, personal figur Ijeck memang menarik perhatian publik sehingga pertemuan Bobby dan Ijeck dinilai bagian dari memengaruhi pendukungnya di Medan untuk mendukung Bobby.

"Ini terlihat jelas dari keberatan tim lawan. Pihak lawan, seperti Salman wakil Akhyar, beberapa waktu lalu juga berusaha menarik beberapa diksi politik yang terasosiasi dengan Eramas dan Ijeck," ucapnya.

Faisal mengatakan arah dan dukungan Ijeck di Pilkada Medan dinantikan oleh masyarakat Kota Medan. Hal ini dikarenakan pasangan Eramas di Kota Medan di Pilgub lalu meraih kemenangan.

"Secara kasus Pilgubsu 2018, pendukung Eramas sangat besar di Medan. Ini peluang yang sangat besar untuk dikelola agar menang," katanya.



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US