Tersinggung Disebut Pemabuk, Pria Ini Tikam Temannya Sendiri hingga Tewas
Korban pembunuhan. (Pixabay/IST)
News
Kab. Simalungun

Tersinggung Disebut Pemabuk, Pria Ini Tikam Temannya Sendiri hingga Tewas

Kamis, 02 Juli 2020 11:41 WIB 02 Juli 2020, 11:41 WIB

INDOZONE.ID - Seorang pemuda akhirnya tewas setelah ditikam temannya sendiri yang tersinggung dengan perkataan korban. Korban awalnya melontarkan kalimat bernada ejekan dengan menyebut pelaku pemabuk. Tak terima disebut pemabuk, pelaku pun tersinggung dan menikam temannya itu.

Pelaku Hermanto Pakpahan (35), warga Dusun Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, baru saja minum tuak, Rabu (1/7/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB. 

Sore itu dia tiba di kampungnya usai minum minuman tuak di Saribudolok. Tak lama kemudian, temannya bernama Plores Panjaitan (36) menyebut Hermanto sudah minum tuak dan sudah mabuk.

Kapolsek Purba, Iptu Marlop Sinaga menyampaikan, setelah mendengar ucapan bernada mengejek itu, pelaku merasa tersinggung. 

"Pelaku lalu mendatangi korban dan kemudian mereka cekcok mulut. Korban memukul pelaku dengan menggunakan sepotong kayu bulat," ujar Kapolsek, Rabu (1/6/2020) malam.

Setelah mendapat pukulan dengan kayu itu, pelaku berniat membalasnya. Dia pun pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau dan menemui korban kembali. Kemudian terjadi perkelahian antara korban dengan pelaku dan tak bisa dielakkan. Pada saat itulah Hermanto menikam bagian perut korban dengan pisau.

Korban lari ke arah rumahnya untuk menyelamatkan diri. Namun, sebelum sampai ke rumahnya, korban sudah terjatuh telentang dan meninggal dunia dengan tubuh bersimbah darah.

Hermanto sempat meninggalkan diri dari lokasi perkelahian itu. Namun, akhirnya dia dapat ditangkap polisi bersama masyarakat.

"Untuk motif, diduga tersangka merasa dilecehkan oleh korban. Kemudian tersangka menjumpai korban, sehingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan meninggalnya korban," ujar Kapolsek.

Dari kejadian itu, petugas kepolisian tengah mencari sebilah pisau yang digunakan untuk menikam Plores Panjaitan. Barang bukti lainnya yang sudah didapat antara lain berupa sebatang bambu, kaus berlumuran darah dan celana panjang telah diamankan.

Selanjutnya, jasad Plores Panjaitan dibawa tim Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani autopsi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU