Tekan Angka Pengangguran akibat COVID-19, Pemprov Sumut Lakukan Hal Ini
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (ANTARA/HO-Diskominfo Sumut)
News
Kota Medan

Tekan Angka Pengangguran akibat COVID-19, Pemprov Sumut Lakukan Hal Ini

Sabtu, 06 November 2021 13:48 WIB 06 November 2021, 13:48 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan sejumlah hal sebagai upaya menggerakkan perekonomian guna mengatasi jumlah pengangguran yang meningkat akibat pandemi COVID-19. Hal diungkap langsung oleh Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi

"Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai upaya untuk menggerakkan perekonomian agar dunia usaha bisa beroperasi normal dan pekerja bisa kembali bekerja," katanya, seperti yang dikutip dari Antara, Sabtu (06/11/2021).

Ia menjelaskan salah satu bentuk upaya itu melalui kegiatan vaksinasi dan pengawasan protokol kesehatan (prokes).

"Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Sumut untuk menggerakkan perekonomian adalah dengan peningkatan vaksinasi COVID-19 dan mengawal ketat pelaksanaan proses prokes di tengah masyarakat," jelasnya.

Dengan vaksinasi COVID-19 yang semakin aktif dan penjagaan prokes, maka penyebaran COVID-19 bisa ditekan  sehingga otomatis menggerakkan perekonomian.

"Ekonomi yang membaik akan bisa menekan angka pengangguran," sambung Edy.

Sebelumnya berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut jumlah pengangguran di Sumut terus meningkat selama masa pandemi.
 
Tercatat pada Februari 2021, jumlah pengangguran masih 6,41 persen atau 694.000 orang. Namun setelah pandemi melanda jumlah meningkat tajam.

“Hingga Agustus 2021 total jumlah pengangguran di Sumut mencapai 814.000 orang atau 7,49 persen dari penduduk usia kerja yang sebanyak 10,870 juta.  Hal ini  sangat meningkat tajam,” kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi.

Ia menjelaskan dari jumlah total pengangguran 814.000 itu, tercatat sebanyak 84.000 menganggur karena berhenti kerja akibat pandemi COVID-19. Lalu kategori bukan angkatan kerja yang terdampak pandemi COVID-19 mencapai 28.000 orang dan tidak bekerja sementara berjumlah 59.000 orang. Sementara penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 643.000 orang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Anisa Rizwani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US