Ajab Kali Bah! Lewat Jembatan Tuntungan Deliserdang, Pengendara Harus Bayar Uang Preman
Hajab Kali Bah! Lewat Jembatan Tuntungan Deliserdan, Pengendara Harus Bayar Uang Preman. (kolase foto/istimewa)
News
Kab. Deli Serdang

Ajab Kali Bah! Lewat Jembatan Tuntungan Deliserdang, Pengendara Harus Bayar Uang Preman

Senin, 13 September 2021 21:35 WIB 13 September 2021, 21:35 WIB

INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini aksi premanisme menjadi buah bibir warga Deliserdang dan Kota Medan. Bahkan, aksi pemanisme membuat rakyat ajab kali. Apalagi melihat kekejaman premanisme terhadap pedagang sayur di Pasar Gambir Tembung, Deliserdang. Tentunya, hal itu sangat menuai kecaman rakyat.

Akan tetapi, kecaman rakyat tentang aksi-aksi premanisme yang sering menindas hingga memalak rakyat kecil, tidak juga membuat persoalan premanisme terselesaikan. Pasalnya, baru-baru ini aksi premanisme kembali terjadi, di Jembatan Tuntungan Deliserdang.

Hal itu terlihat dari video yang beredar luas hingga viral di media sosial. Dari video tersebut terlihat sejumlah premanisme memalaki pengendara yang melintas Jembatan Merah Tuntungan, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang.

Berdasarkan keterangan video yang beredar di medsos, bila ada pengendara yang tidak memberikan uang uantuk melintasi jaln tersebut. Maka, sejumlah preman setempat akan menutup akses jalan tersebut,

"Yang gak mau bayar jalannya di tutup min,kalo gak bayar di suruh mutar jauh dari pajak melati sana min,kami mahasiswa uinsu yang terlanjur lewat situ mau gak mau harus bayar kalo ga mau mutar jauh," tulis akun Instagram @medanheadlines.news, seperti yang dikutip Indozone, Senin, (13/9/2021).

Akibat aksi premanisme tersebut, jalanan pun menjadi macet. Dari video tersebut terlihat beberapa pengendara motor dan becak bermotor mengalami kemacetan.

Sehingg salah satu pengendara yang tengah merekam aksi premanisme itu berkomentar,

"Kalain mintain duit, untuk kalian pakek minum tuak," ujar pengendara yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu juga, untuk kasus ini belum diektahui pelaku atau premanismenya yang melakukan pemalakan. Begitu juga tentang jumlah premannya tersebut, bahkan perkembangan kejadian tesebut.

 
 

Rahmat Pohan Terpilih Jadi Dirut Bank Sumut, Ini Kata Musa Rajekshah
Lapangan Merdeka Medan Sebagai Cagar Budaya, Ini Buktinya
Memilukan, Lihat Ibunya Dipukuli Preman, Anak Wanita Pedagang Pasar Gambir Tembung Trauma

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU