Kemendag Tetapkan Syarat Wajib Masuk Mal, Salah Satunya Sudah Divaksin
Ilustrasi mal. (photo/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
News
Nasional

Kemendag Tetapkan Syarat Wajib Masuk Mal, Salah Satunya Sudah Divaksin

Kamis, 12 Agustus 2021 14:33 WIB 12 Agustus 2021, 14:33 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan persyaratan wajib untuk masuk ke pusat perbelanjaan atau mal baik bagi pengunjung, pegawai atau pedagang, salah satunya sudah divaksinasi Covid-19.

Ketentuan tersebut diterapkan dalam masa uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal yang berlangsung pada 10 Agustus-16 Agustus 2021.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

“Kementerian Perdagangan telah menetapkan syarat wajib vaksin bagi para pengunjung dan pegawai serta pedagang yang terlibat dalam operasional pusat perbelanjaan dan mal. Vaksinasi syarat wajib yang harus dipenuhi dengan data yang terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” kata Oke dikutip dari Antara.

Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena alasan kesehatan, pengunjung dapat menunjukkan hasil negatif tes swab antigen atau PCR.

“Pengunjung mal yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan atau penyintas Covid-19 wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter atas kondisi tersebut, bukti tes antigen hasil negatif (maks 1x24 jam) atau tes PCR hasil negatif (maks 2x24 jam) beserta KTP. Hasil tes antigen atau PCR juga harus dilengkapi dengan kode quick response (QR) untuk mempermudah pengecekan,” tambahnya.

Jadi, syarat wajib vaksin tidak dapat digantikan oleh hasil negatif tes swab antigen atau PCR. 

Hasil negatif antigen atau PCR hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang belum bisa melakukan vaksin karena alasan kesehatan.

Menurutnya, semua syarat tersebut diwajibkan semata- mata untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Oke menekankan kembali agar pengunjung mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Aplikasi PeduliLindungi ini akan membantu proses pemantauan pergerakan pengunjung dan karyawan di pusat perbelanjaan,” katanya.

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal dilakukan pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Berlanjaan Indonesia (APPBI). 

Hal itu diterapkan di 138 pusat perbelanjaan dan mal di 4 kota besar di Indonesia, yakni DKI Jakarta sebanyak 85 mal, Bandung 23 mal, Semarang 6 mal, dan Surabaya 24 mal.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU