BBKSDA Sumut Terima Pemulangan Satu Individu Orangutan Sumatera, Kondisinya Sehat
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut menerima pemulangan satu individu Orangutan Sumatera (Pongo abeli). (ANTARA/HO)
News
Kota Medan

BBKSDA Sumut Terima Pemulangan Satu Individu Orangutan Sumatera, Kondisinya Sehat

Jumat, 20 Agustus 2021 10:44 WIB 20 Agustus 2021, 10:44 WIB

INDOZONE.ID - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut menerima pemulangan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abeli) dan delapan ekor beo medan (Gracula religios) dari Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur (PPSTA) yang dikelola Balai KSDA DKI Jakarta.

Plt Kepala BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi, dalam keterangannya, pada Kamis (19/8/2021), mengatakan pemulangan sembilan satwa liar tersebut hasil penegakan hukum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Cikarang Nomor: 234/Pid/LH/2021/PN.Ckr.

Mengutip dari Antara, Dia menyebutkan, kesembilan satwa tersebut berasal dari penyerahan masyarakat, yang sebelumnya ditampung dan dirawat di PPSTA yang dikelola Balai KSDA DKI Jakarta. Orangutan Sumatera yang dikirim dari Tegal Alur Jakarta berjenis kelamin jantan, dan umur lebih kurang 2 tahun, kondisi sehat.

"Orangutan Sumatera dan burung tiong emas/beo adalah satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor:.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi," ujarnya.

Hotmauli juga menyebut, orangutan Sumatera itu nantinya akan menjalani rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi di Batu Mbelin Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang yang dikelola oleh mitra Balai Besar KSDA Sumut yakni Yayasan Ekosistem Lestari.

Sedangkan burung tiong emas/beo akan direhabilitasi di PPS Sibolangit yang dikelola Balai Besar KSDA Sumut.Tiba di lokasi rehabilitasi, satwa akan menjalani proses pemeriksaan dan pemulihan kesehatan serta rehabilitasi.

"Nantinya satwa-satwa ini akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah menjalani proses rehabilitasi.Harapannya setelah lepas liar satwa-satwa tersebut mampu berkembang biak di habitatnya," jelasnya.

Dia pun menambahkan, dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, hewan bisa saja tertular virus. Untuk itu kegiatan pemulangan satwa dilindungi tersebut telah menerapkan protokol kesehatan, dimana satwa telah menjalani tes swab dan personel yang terlibat dalam kegiatan telah memperoleh vaksin serta menggunakan masker dan face shield.


Artikel Menarik Lainnya:

Aulia Rahman Imbau Warga Terbuka Jika Terinfeksi COVID-19
Menyedihkan! Polisi di Deli Serdang Tewas Ditembak Keponakan yang Sakit Hati
Kunjungi Pantai Cermin, Musa Rajekshah Tertarik Budidayakan Kelapa Pandan Wangi


 

TAG
Zega
Anisa Rizwani
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US