Gibran dan Bobby Akan Menjabat Selama 4 Tahun Jika UU Pemilu Tak Direvisi
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka | Wali Kota Medan, Bobby Nasution. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Irsan Mulyadi)
News
Nasional

Gibran dan Bobby Akan Menjabat Selama 4 Tahun Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Jumat, 26 Februari 2021 14:22 WIB 26 Februari 2021, 14:22 WIB

INDOZONE.ID - Sudah tak terdengar lagi adanya pembahasan mengenai revisi UU Pemilu di DPR RI.

Padahal sebelumnya mencuat pembahasan revisi UU Pemilu yang mana salah satu poinnya menormalisasi jadwal Pilkada kembali menjadi periode 5 tahunan.

Jika tak dilakukan revisi, maka Pilkada serentak tetap akan digelar pada November 2024 sesuai Pasal 201 ayat 8 UU 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada yang berbunyi:

Pemungutan suara serentak nasional dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali kota dan Wakil Wali kota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada bulan November 2024.

Dengan demikian, kepala daerah yang masa jabatannya habis 2022 dan 2023 akan diganti dengan Pj sampai 2024. Kemudian, kepala daerah yang terpilih dari hasil Pilkada 2020, akan menjabat sampai 2024 atau hanya 4 tahun saja.

Hal itu tertuang dalam Pasal 201 Ayat 7 UU 10 Tahun 2016 yang berbunyi:

Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil Pemilihan tahun 2020 menjabat sampai dengan tahun 2024.

Adapun dua kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2020, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution.

Gibran akan menjabat Wali Kota Solo dan Bobby menjabat Wali Kota Medan hanya selama 4 tahun saja.

Jika UU Pemilu direvisi, sesuai yang disebutkan dalam Pasal 735 ayat 2 RUU Pemilu, kepala daerah terpilih dari hasil Pilkada 2020 akan menjabat sampai tahun 2025 atau 5 tahun.

Artikel Menarik Lainnya:

Raden Arman
Nanda
Raden Arman

Raden Arman

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US