Miris, 12 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Guru Pesantren, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil
Ilustrasi Pencabulan. (Foto: Antara)
News
Nasional

Miris, 12 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Guru Pesantren, 8 Sudah Melahirkan dan 2 Hamil

Kamis, 09 Desember 2021 16:58 WIB 09 Desember 2021, 16:58 WIB

INDOZONE.ID - 12 santriwati di salah satu yayasan pesantren di Jawa Barat menjadi korban pelecahan seksual guru pesantren. Bahkan yang lebih mirisnya, 8 santriwati yang menjadi korban sudah melahirkan. Sedangkan 2 santriwati lagi sedang mengandung atau hamil. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku tersebut berinisial HW (36), yang sudah melakukan aksi jahanamnya ini dari tahun 2016 hingga 2021. Sontak hal ini pun menuai komentar dari warganet hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Orang nomor satu di Jawa Barat (Jabar) itu sangat mengutuk keras aksi poelecehan seksual yang dilakukan HW (Guru Pesantren) di Kawasan Cibiru Kota Bandung. Tak hanya itu saja, dia juga berharap pengadilan dapat menghukum pelaku seberat-beratnya. 

"Semoga pengadilan dapat menghukum dengan seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak beremoral ini," kata Ridwan Kamil dengan tagas dalam ketrangan remsinya, Kamis, (9/12/2021).

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa santriwati yang menjadi korban tersebut, dia pastikan akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat

"Jadi anak-anak santriwati yang menjadi korban, sudah dan sedang diurus oleh tim DP3AKB provinsi Jawa Barat untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya," tuturnya.

Kemudian, dia juga meminta institusi pendidikan dan forum pesantren untuk memberikan perhatian khusus atas kasus seperti ini.

"Meminta forum institusi pendidikan, forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran," katanya.

Selain itu, dia juga meminta aparat desa dan kelurahan selalu memonitor setiap kegiatan publik di wilayah masing-masing.

"Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya," ujar Emil.

Atas kejadian ini, dia berharap agar tidak terulang kembali lagi.

"Dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini," pungkasnya mengakhiri. 

Artikel Menarik Lainnya:


Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US