Terkuak, Pelaku Penyiraman Air Keras Lelaki di Asahan, Kapolres Beberkan Motifnya
Terkuak Pelaku Penyiraman Air Keras Lelaki di Asahan, Kapolres Beberkan Motifnya. (foto/ist).
News
Kab. Asahan

Terkuak, Pelaku Penyiraman Air Keras Lelaki di Asahan, Kapolres Beberkan Motifnya

Selasa, 04 Januari 2022 18:22 WIB 04 Januari 2022, 18:22 WIB

INDOZONE.ID - Terkuak pelaku penyiraman air keras kepada lelaki bernama M Irsyad (47), yang merupakan warga Dusun III, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Kasus ini diungkap oleh Personel Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan.

Dalam pengungkapan ini personel mengamankan tiga pelaku yang di antaranya berinisial L.J (45) warga Dusun III, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan yang merupakan istri dari korban.

Sedangkan dua pelaku lainnya diketahui seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial N (48) warga Dusun I, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan bersama seorang laki-laki berinisial H.P.T alias Dian (40) Wonosari Lingkungan IV, Kelurahan, Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Dalam kasus ini, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH membeberkan motif penyiraman air keras tersebut. Kapolres katakan pelaku L.J nekad melakukan perbuatannya dikarenakan merasa sakit hati terhadap suaminya M Irsyad.

"Sakit hati karena diketahui bahwa korban memiliki istri Siri/menjalin hubungan dengan perempuan lain," kata AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (4/1/2021). 

Dijelaskannya kembali soal kronologisnya, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 29 Desember 2021. Di mana pelapor Fani Adityasadli (23) warga Dusun III Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Asahan, yang merupakan anak dari korban melaporkan peristiwa penganiayaan berat tersebut. 

"Jadi semua bermula saat adiknya bernama Amanda Nirwana Putra menelepon dan menyuruh pelapor untuk datang ke rumah orang tua-nya.

Di situ adik pelapor mengatakan kepada pelapor bahwa dirumah milik orang tuanya ada masalah," ungkapnya. 

"di saat pelapor sampai di rumah tersebut, pelapor diajak menuju ke TKP (tempat kejadian perkara) dan pada saat di jalan adik pelapor berkata "Ayah di pukuli orang". Lalu saat di TKP, pelapor melihat ayah nya sudah dalam keadaan basah, yang sudah di basahi oleh orang lain dikarenakan tersiram cairan air keras," kata Kapolres.

Melihat ayah nya telah basah tersiram cairan air keras, kata Kapolres, pelapor bersama adiknya membawa ayah nya ke RSU Kisaran untuk berobat. 

"Pada saat di jalan supir yang membantu membawa ayah pelapor ke Rumah Sakit  menerangkan kepada pelapor bahwa orang tuanya telah di siram oleh pelaku disiram dengan menggunakan air keras,"jelasnya.

Berdasarkan laporan korban yang mengalami luka berat/luka bakar  personel Unit Jatanras bersama personel Polsek Air Joman  melakukan Cek TKP dan menginterogasi beberapa saksi yang melihat kejadian di TKP.

Kemudian, pada hari Senin tanggal 3 Januari 2022, korban beserta Istrinya berinisial L.J kembali di lakukan interogasi di Polsek Air Joman. Lalu, saat interogasi L.J (istri korban) mengakui dirinya telah melakukan perbuatan penyiraman air keras atas dasar rencananya sendiri. 

"Bahkan telah di rencanakan pelaku dengan pelaku berinisal N bersama seorang laki laki yang tidak dikenalnya dengan upah Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) yang di berikan oleh pelaku N kemudian akan di berikan kepada seorang laki laki sebagai pelaku penyiraman air keras tersebut," ujar Kapolres.

Mendapat pengakuan tersebut, personel Unit Jatanras bersama personel Polsek Air Joman berangkat menuju Desa Ledong Barat dan mengamankan pelaku N dari kediamannya.

"Setelah dilakukan interogasi dilapangan, pelaku N mengakui perbuatan tersebut dengan memerintahkan seorang laki laki dengan panggilan Dian yang berada di Aek Kanopan untuk eksekutor penyiraman air keras,"kata Kapolres.

Selanjutnya personel melakukan pengembangan untuk mengamankan pelaku dengan nama panggilan Dian.

"Dari hasil pengembangan pelaku N, petugas berhasil mengamankan pelaku H.P.T alias Dian di SPBU Aek Ledong. Disitu pelaku Dian mengakui perbuatannya dan masih mendapat upah sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)," ungkap Kapolres.

Selanjutnya personel melakukan pengembangan untuk mengamankan pelaku dengan nama panggilan Dian.

"Dari hasil pengembangan pelaku N, petugas berhasil mengamankan pelaku H.P.T alias Dian di SPBU Aek Ledong. Disitu pelaku Dian mengakui perbuatannya dan masih mendapat upah sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)," ungkap Kapolres.

Lanjut dia menerangkan. pelaku L.J dan N mempunyai hubungan besan, dimana pelaku N memerintahkan pelaku H.P.T alias Dian untuk melakukan penyiraman air keras terhadap korban. 

Kemudian, dia katakan, untuk barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Scoopy BK 3445 VBL, 1 (satu) buah ATM BRI, 1 (satu) buah botol minuman bir hitam guines, 1 (satu) buah jaket warna orange, 1 (satu) buah kaos warna merah hati, 4 (empat) unit Hp.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US