Heboh! Seorang Mahasiswa Gunakan Sertifikat Vaksinasi Palsu, Diancam 6 Tahun Penjara
Hebo! Seorang Mahasiswa Gunakan Sertifikat Vaksinasi Palsu, Diancam 6 Tahun Penjara. (foto/istimewa).
News
Nasional

Heboh! Seorang Mahasiswa Gunakan Sertifikat Vaksinasi Palsu, Diancam 6 Tahun Penjara

Jumat, 10 September 2021 22:55 WIB 10 September 2021, 22:55 WIB

INDOZONE.ID - Warganet dihebohkan dengan kelakuan seorang mahsiswa dan remaja. Pasalnya, kedua orang tersebut telah menggunkan sertifikat vaksinasi palsu. Kabar itu pun tersebar luas hingga viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Polresta Palangka Raya menangkap dua orang atas dugaan penggunaan sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu. Keduanya terdeteksi saat melintasi pos penyekatan PPKM di Desa Taruna-Kalampangan Jalan Mahir Mahar Km 23.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom menyebutkan kedua orang yang diamankan berinisial MP (25), yang berstatus mahasiswa di kota setempat, dan seorang remaja berinisial SFH (16).

"Untuk MP dikenai Pasal 263 Ayat (2) KUHP atau 268 Ayat (2) dengan ancaman pidana penjara 6 tahun, sedangkan untuk tersangka yang masih di bawah umur itu dijerat Undang-Undang ITE. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," kata Gultom seperti yang dikutip Indozone, Jumat, (10/9/2021).

Ia menjelaskan terungkapnya kasus pemalsuan sertifikat vaksinasi COVID-19 digital tersebut berawal tertangkapnya MP pada Selasa (7/9) sekitar pukul 20.00 WIB di pos penyekatan PPKM di Desa Taruna-Kalampangan.

Pemalsuan yang dilakukan MP, terkuak saat melintas dari arah Kabupaten Pulang Pisau ketika petugas di pos penyekatan mengecek sertifikat tersebut. Ternyata data yang muncul tidak cocok dengan identitas dirinya.

Setelah menemukan fakta-fakta tersebut, anggota kepolisian yang menangani persoalan itu langsung mengembangkan dan mencari tahu dari mana pelaku  mendapatkan sertifikat tersebut.

"Setelah dikembangkan, kami menangkap SFH di Palangka Raya karena yang bersangkutan sehari-harinya bekerja di salah satu pencetakan stiker," katanya.

Di sisi lain, hal ini pun menuai keomentar warganet di media sosial. Terutama pemilik akun Instagram, @er_kopites, yang menuliskan,

"Ayo kita hina dan caci maki dia biar hukumanny dapat berkurang, karna 12 atau 6 tahun terlalu lama," tulisnya.

 
 

Rahmat Pohan Terpilih Jadi Dirut Bank Sumut, Ini Kata Musa Rajekshah
Lapangan Merdeka Medan Sebagai Cagar Budaya, Ini Buktinya
Memilukan, Lihat Ibunya Dipukuli Preman, Anak Wanita Pedagang Pasar Gambir Tembung Trauma

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US