KPU Medan Gelar Simulasi Sirekap, Apa Saja Manfaat dan Kendalanya? 
Ilustrasi pilkada. / istimewa
News
Kota Medan

KPU Medan Gelar Simulasi Sirekap, Apa Saja Manfaat dan Kendalanya? 

Minggu, 25 Oktober 2020 14:04 WIB 25 Oktober 2020, 14:04 WIB

INDOZONE.ID - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Medan menggelar simulasi atau uji coba penggunaan Sirekap di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020. Sistem ini untuk mengefisiensikan waktu dalam masa pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui lebih cepat hasil pemungutan suara Pilkada Medan serta mengurangi massa berkumpul.

“Rencana penerapan Sirekap ini untuk menghemat waktu. Teknologi ini lebih efektif, efisien dan sederhana. Kalau penghitungan suara dilakukan secara manual, melalui Sirekap dapat dilakukan dengan teknologi,” ujar Ketua KPUD Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik, Sabtu (24/10) sore.

Simulasi uji coba penggunaan Sirekap dilakukan di halaman Kantor KPU Medan di Jalan Kejaksaan Medan. Simulasi Sirekap melibatkan seluruh bagian teknis PPK di 21 kecamatan se-Kota Medan. Seluruh kegiatan terhubung langsung dengan pihak KPU RI dan beberapa daerah di Indonesia yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

“Penggunaan Sirekap ini merupakan persiapan KPU Kota Medan, jika penerapannya dilakukan tahun ini,” kata Agussyah Ramadani Damanik.

Menurutnya, memang ada rencana penggunaan Sirekap dalam Pilkada Medan 2020, mengingat di masa pandemi Covid-19. Penggunaan Sirekap dianggap lebih mempersingkat waktu untuk penghitungan, sehingga menghindari berkumpulnya massa.

Dalam proses kerja sirekap, plano-plano yang ada di tempat pemungutan suara (TPS) akan di foto dengan  menggunakan Android. Selanjutnya, dari TPS dikirim ke PPK dan KPU, sehingga hasil pemenang di Pilkada Medan lebih cepat diketahui tanpa menunggu proses penghitungan manual.

Menurutnya, ada beberapa kendala dalam penggunaan Sirekap. Contohnya dalam penulisan angka satu. Jika ujungnya terlalu panjang, bisa terbaca angka tujuh, sehingga harus hati-hati dalam penulisan di plano.

“Begitu juga dengan penulisan tanda silang. Jika garis silang yang ditarik tidak penuh di kertas plano yang difoto, bisa terbaca menjadi angka 3,” katanya.



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US