Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Sumut Kemungkinan akan Diperpanjang
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat diwawancarai wartawan di depan Masjid Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman 41 Medan, Rabu (27/05). (Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu/Fahmi Aulia)
News
Kota Medan

Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Sumut Kemungkinan akan Diperpanjang

Kamis, 28 Mei 2020 11:19 WIB 28 Mei 2020, 11:19 WIB

INDOZONE.ID - Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) akan berakhir 29 Mei 2020. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) masih akan mengkaji kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Sumut hingga 7 Juni 2020.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengkajian untuk mengetahui apa yang akan dilakukan, apakah melanjutkan atau tidak. 

"Tapi salah satu alternatifnya, kita akan lanjutkan hingga 7 Juni 2020. Selama vaksin ini belum ditemukan, kita akan menghadapi persoalan terus dengan corona," ujar Gubsu di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Rabu (27/5). 

Dengan rencana diperpanjangnya masa tanggap darurat, maka masa belajar mandiri dari rumah untuk siswa setingkat SMA/SMK akan dikaji juga perpanjangannya.

Sebelumnya, pada rapat yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, yang dihadiri Wagub Musa Rajekshah, Sekdaprov R Sabrina dan para pimpinan OPD Pemprov Sumut, Plt Kepala Dinas Pendidikkan Sumut Arsyad Lubis mengatakan penerimaan siswa baru untuk tahun ini akan dilakukan dengan sistem online.

"Untuk jalur siswa prestasi sudah dibuka pendaftaran siswa untuk tahun ajaran baru semalam (Selasa, 26/05). Hingga pagi ini sudah mendaftar 2.055 siswa di 13 kabupaten/kota se-Sumut. Jadi tidak perlu datang ke sekolah. Cukup daftar dari rumah secara online lewat aplikasi PPDB pada android," ujarnya.

Arsyad juga menjelaskan bahwa pendaftaran siswa baru dilakukan melalui empat jalur. Jalur pertama berdasarkan zonasi dengan kuota 50% dari daya tampung sekolah. Kedua, jalur afirmasi (latar belakang kurang mampu) kuota paling sedikit 15%. Ketiga, jalur perpindahan tugas orang tua/wali dan/atau anak guru setempat dengan kuota 5%. Dan yang keempat adalah jalur prestasi.

Perihal anjuran Pemerintah Pusat tentang program New Normal, Gubernur mengatakan akan mengikutinya. 

"Kita akan ikuti, tapi sebelumnya kita akan pelajari terlebih dahulu apakah itu akan cocok bila diterapkan di Sumut," tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU