Jalan Medan - Brastagi Kembali Menelan Korban, Baskami Desak Pembangunan Jalur Alternatif
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting. (Foto/Istimewa).
News
Kota Medan

Jalan Medan - Brastagi Kembali Menelan Korban, Baskami Desak Pembangunan Jalur Alternatif

Senin, 25 Oktober 2021 13:20 WIB 25 Oktober 2021, 13:20 WIB

INDOZONE.ID - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting mendesak  Kementerian PUPR, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Karo, Deliserdang untuk percepat pembangunan jalur alternatif Medan - Berastagi. 

Pernyataan Baskami tersebut, menyusul peristiwa nahas yang terjadi di area itu akibat longsor, Sabtu (23/10/2021) lalu. 

"Jalur itu (Medan - Berastagi) sudah berkali-kali longsor, kemudian terjadi penyempitan di beberapa titik yang bisa mengakibatkan kemacetan parah sampai beberapa jam. Sudah banyak keluhan masyarakat yang kami dengarkan," kata Baskami Ginting, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, perlu ada perhatian khusus terhadap kondisi jalan Medan- Berastagi, mengingat jalur itu sebagai satu di antara gerbang menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba (KSPN).

Tak hanya itu, katanya, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tanahkaro, Kabupaten Dairi juga ikut terdampak, bila jalur tersebut kerap terjadi masalah. 


"Orang-orang akan berkurang minat ke sana, bila jalur itu sering bermasalah. Harus segera dipercepat pembangunan jalur alternatifnya," jelasnya. 

Dalam hal ini dia menilai, proses distribusi pasokan sayuran dan buah-buahan yang berasal dari Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak ke Kota Medan dan sekitarnya akan terganggu. 


"Banyak dampak negatif yang akan kita terima bila jalur ini terganggu," tambahnya. 


Selain itu, kader PDI Perjuangan itu juga jelaskan, pihaknya juga sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan  beberapa stakeholder. 

"Sudah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara komisi D DPRD Sumut dengan pemprov Sumut yakni Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi, BBPJN, pemkab Karo, Deli Serdang dan DPRD Karo," jelasnya. 


Pertemuan tersebut, lanjut Baskami memperdalam rencana pembangunan jalur sejajar Medan - Tuntungan - Kutalimbaru - Sembaikan - Laugedang - Berastagi. 


"Solusi itu saya kira sudah sampai ke Menteri PUPR, Jakarta. Proses pembangunan harus segera rampung agar meminimalisir dampak negatif tersebut," jelasnya. 


Dijelaskannya juga, perlu adanya kolaborasi antar stakeholder, guna mempercepat pross pembangunan jalur sejajar itu. 

"Menurut saya jalur sejajar itu  merupakan solusi terbaik mengurai kemacetan dan menghindari longsor. Jarak tempuh bisa dipotong menjadi 50 hingga 60 menit dari yang biasanya 2 sampai 2,5 jam pada jalur biasa dalam kondisi lancar," tambahnya. 


Diberitakan sebelumnya, Direktorat (Dir) Lalu Lintas Polda Sumut, melaporkan terjadinya bencana alam berupa longsor di Jalan Jamin Ginting km 36, tepatnya jalur Medan - Sibolangit, pada pukul 19.30 WIB, Sabtu lalu. 

Material longsor tersebut menimpa mini bus dengan Plat nomor B 2236 KFB dengan lima orang korban di antaranya korban jiwa dan luka-luka. 

Dirlantas Polda Sumut, Kombes Valentino mengatakan, mobil minibus tersebut sedang melintas tatkala longsor terjadi. 

"Ketika longsor terjadi satu unit Xenia berpenumpang 5 orang secara tiba-tiba ditimpa longsor batuan dan tanag dari tebing jalan. Kondisi mobil tertimbun material batu besar dan tanah," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:



TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU