Putuskan Mata Rantai Covid-19, Wakapolri Berharap Wagubsu Dapat Berkolaborasi dengan Bobby
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mendampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono melakukan peninjauan terhadap penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut, Selasa (3/8). (DISKOMINFO SUMUT)
News
Kota Medan

Putuskan Mata Rantai Covid-19, Wakapolri Berharap Wagubsu Dapat Berkolaborasi dengan Bobby

Selasa, 03 Agustus 2021 21:28 WIB 03 Agustus 2021, 21:28 WIB

INDOZONE.ID - Khusus masyarakat Sumatera Uatara yang telah divaksin, harus tetap menerapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) dengan disiplin. Hal itu dikatakan, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat melakukan peninjauan terhadap penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut, Selasa, (3/8/2021).

Selain itu, ia juga mengatakan vaksinasi dan 3T (tracing, testing dan treatment) juga terus digencarkan. Lalu, ia pun berharap Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), dan Wali Kota Medan serta Pangdam dapat berkolaborasi dan sinergi untuk memutuskan mata rantai Covid-19.
 
Sedangkan terkait isolasi terpadu, ia menuturkan, akan ditujukan kepada warga yang rumahnya tidak memungkinkan melaksanakan isolasi mandiri.

"Karena kalau isolasi mandiri tidak dijalankan dengan benar bisa menciptakan kluster keluarga. Untuk itu saya imbau kepada masyarakat yang terpapar dan rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri agar mendatangi tempat isolasi terpadu yang disiapkan pemerintah," jelas Gatot.

Selain itu, ia juga mengaku, dari peninjauan yang dilakukannya, penanganan Covid-19 di Sumut telah berjalan dengan baik. Bahkan dia mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat dengan PPKM yang dikelola secara mandiri di Menteng Indah.

"Kedatangan saya ke Sumut untuk melihat langsung pelaksanaan vaksinasi di seluruh Indonesia dan melihat pelaksanaan PPKM. Kalau dilihat, pelaksanaan sudah bagus di mana masyarakat sudah melaksanakan 5M dan solidaritas sosialnya juga cukup tinggi membantu warga yang terpapar. Ini saya kira contoh yang baik, menjaga mobilitas warga sehingga memutus mata rantai penularan," ungkapnya.

Seperti diketahui, peninjauan itu dilakukan ke sejumlah tempat, mulai dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) mandiri oleh masyarakat di Komplek Menteng Indah Medan, pelaksanaan vaksinasi massal di Gedung Serbaguna Pancing, serta tempat isolasi terpusat eks Hotel Soechi Medan.
 
Selain Wagub Sumut, peninjauan ini juga turut diikuti Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Walikota Medan Bobby Afif Nasution.

Sementara itu, Wagub Sumut, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, mengatakan, pihaknya patut bersyukur bahwa saat ini rasa kepedulian dan keinginan masyarakat untuk vaksin sudah ada. Sebab awal mulai dulu, jelas Ijeck , sangat sulit meyakinkan masyarakat untuk mengikuti vaksin Covid-19.

"Tapi dengan adanya TNI-Polri bersama pemerintah dalam memberikan penyampaian, telah membuat antusias masyarakat cukup tinggi," ujar Ijeck.

Ia mengakui permintaan masyarakat untuk mengikuti vaksin juga cukup besar. Hanya saja vaksin yang masuk ke Sumut tidak bisa datang sekaligus dalam jumlah yang besar melainkan bertahap.

"Sejauh ini untuk gelombang (dosis) pertama sudah mendekati 19% dan gelombang kedua 8-9%. Vaksin masih akan terus datang, artinya saat tiba ke Provinsi langsung kita sebar ke Polda, Kodam dan kabupaten/kota se-Sumut. Memang dari jumlah masyarakat dengan vaksin yang datang belum bisa semuanya terpenuhi, tapi ini terus bergulir," ujarnya.

 
 
 
 
 
TAG
Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US