Memasuki Musim Kemarau, Sumut Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Pixabay)
News
Kota Medan

Memasuki Musim Kemarau, Sumut Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 27 Februari 2021 11:59 WIB 27 Februari 2021, 11:59 WIB

INDOZONE.ID - Sumatera Utara akan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak memasuki musim kemarau yang dimulai pada Februari 2021 ini.

Mengutip laporan Antara, Sabtu (27/2), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat karhutla pada periode Januari - Maret 2020 mencapai 8.254 hektare (ha).

Dari total tersebut, 55 persen kebakaran terjadi di lahan gambut dan sisanya di lahan mineral.

Dinas Kehutanan Sumut hingga 22 Februari 2021, mencatat telah terjadi enam karhutla di Sumut dengan total luas sekitar 11 hektare.

Selain itu, hasil pantauan satelit NOAA di Sumut terdeteksi ada 25 titik panas yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.

Enam lokasi kebakaran hutan di Sumut terjadi di Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Padanglawas, Mandailing Natal, Sibolga dan Samosir.

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level =80 persen perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari – 1 April 2020) sebanyak 583 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.031 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 448 titik/43,45 persen).

Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah (Ijeck) meminta kepada warga Sumut agar tidak membuka lahan baru dengan menggunakan api atau dibakar. Hal inilah yang sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang luas.

"Musim kemarau sudah dimulai. Jangan buka ladang yang bukan diperuntukkan sebagai lahan untuk pertanian, jangan buka lahan dengan api walaupun itu lahan pribadi, kalau ada kebakaran cepat laporkan," kata Ijeck.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US