Banjir 1,5 Meter Rendam Rumah dan Lahan Pertanian Warga di Aceh Utara
Kondisi jalanan dan fasilitas umum serta pekarangan rumah warga di Gampong Tanjong Haji Muda, Matangkuli, Aceh Utara terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Sabtu (5/12). (ANTARA/HO)
News
Nasional

Banjir 1,5 Meter Rendam Rumah dan Lahan Pertanian Warga di Aceh Utara

Sabtu, 05 Desember 2020 16:35 WIB 05 Desember 2020, 16:35 WIB

INDOZONE.ID - Genangan air hingga 1,5meter merendam rumah dan lahan pertanian warga di Kabupaten Aceh Utara. Hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir telah memasuki kemukiman sejumlah kecamatan.

"Di dalam rumah warga di desa kami, ketinggian airnya ada yang mencapai 1,5 meter, lahan pertanian juga ikut terendam," kata mantan Keuchik (Kepala desa) Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan Jaharuddin, di Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020).

Dikutip dari Antara, Jaharuddin mengatakan, banjir di desanya mulai memasuki pemukiman penduduk sejak kemarin sore, Jumat (4/12), sementara puncaknya terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Sejumlah warga mulai meninggalkan tempat tinggalnya ke lokasi lebih aman dan tinggi. Guna menghindari kemungkinan bencana banjir lebih berbahaya. 

"Ada juga warga yang bertahan di rumahnya karena tinggi, lahan pertanian juga ikut terendam, tanaman jagung kami hanya nampak pucuknya saja," ujarnya.

Data dari dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) banjir akibat hujan deras itu telah merendam enam kecamatan di Aceh Utara.

Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi mengatakan wilayah yang terendam banjir di Aceh Utara yakni beberapa desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Matangkuli, Pirak Timu, Langkahan, Bandar Baro dan Baktiya.

"Untuk jumlah desa dan warga yang terdampak dari beberapa kecamatan tersebut masih kami lakukan pendataan," kata Sunawardi.

Sunawardi menjelaskan, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Utara itu akibat hujan deras sehingga meluapnya air sungai Jambo Aye, Arakundo dan Pirak sekitar pukul 03.00 pagi tadi.

"Kondisi terakhir debit air sungai Jambo Aye, Keureuto dan Pirak penuh dan meningkat, besar kemungkinan kecamatan lain akan terjadi luapan ke perkarangan penduduk," ujar Sunawardi.

Sunawardi menyebutkan untuk dampak material baik rumah maupun lahan warga, korban jiwa serta masyarakat yang mengungsi belum diketahui karena masih dilakukan pendataan lapangan.


Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US