Berawal dari Uang Rp15 Juta untuk Perbaikan Mata Kuliah, 2 Pria Ini Saling Lapor Polisi
Ilustrasi lapor polisi. (Istimewa)
News
Kota Medan

Berawal dari Uang Rp15 Juta untuk Perbaikan Mata Kuliah, 2 Pria Ini Saling Lapor Polisi

Selasa, 29 September 2020 16:26 WIB 29 September 2020, 16:26 WIB

INDOZONE.ID - Berawal dari uang semacam suap sebesar Rp15 juta untuk perbaikan mata kuliah kepada dosen di sebuah universitas swasta di Medan, dua pria ini berakhir saling lapor ke Polrestabes Medan.

Andre Hutajulu, pria yang berprofesi sebagai pengacara ini melaporkan seseorang dengan tuduhan pengancaman melalui media elektronik. Laporan tersebut dilayangkan berawal dari masalah antara dua kliennya, KM dan AP dengan seorang wanita, ALD.

Pada 4 September 2019 lalu, KM dan AP menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp15 juta kepada ALD untuk mengurus perbaikan nilai mata kuliahnya dengan seorang dosen berinisial TGH di sebuah universitas swasta di Medan.

Setelah uang diserahkan, keduanya mempertanyakan hasil dari pengurusan perbaikan nilai tersebut. Hingga setelah setahun berlalu, KM dan AP pun mempertanyakan kembali hasil pengurusan perbaikan mata kuliah tersebut.

Dalam setahun itu, ALD dituduh selalu meminta uang tambahan kepada KM dan AP dengan alasan tertentu. Hingga uang yang diserahkan keduanya kepada ALD mencapai Rp30 juta.

"Jadi selama waktu kepenggurusan itu kedua klien saya kerap dimintai uang hingga mencapai diatas 30 juta dengan dalih berbagai alasan oleh ALD, hingga akhirnya mereka memberikan  kuasa pada saya sebagai penasehat hukumnya," kata Andre.

KM dan AP kemudian meminta kepada ALD untuk mengembalikan semua uang yang telah diterimanya. Namun ALD tak bisa menyanggupinya dan sebagai gantinya memberikan jaminan berupa kendaraan milik ayah mertuanya.

Sementara itu, dari ALD sendiri, dia mengakui bahwa memang benar telah menerima uang dari KM dan AP sebesar Rp30 juta. Namun, dia membantah tudingan yang menyebut dirinya menerima uang sebesar Rp500 juta.

"Memang aku ada terima uang sebesar Rp 30 juta rupiah dari mereka untuk mengurus perbaikan nilai di tempat kuliah dan uang itu ku serahkan kepada dosen berinisial TGH dan itu bisa dibuktikan dengan print out rekening koran aku," kata ALD di Polrestabes Medan, Senin (28/9).

ALD mengaku telah menulis surat pernyataan di atas kertas bermaterai yang ditandatangani bersama suaminya atas perintah Andre. Namun saat itu, dia merasa ada penekanan secara psikologis, sebab uang yang diterimanya hanya Rp30 juta, bukan Rp500 juta. Dari situ, ALD kemudian membuat laporan ke pihak kepolisian atas kasus pemerasan.

"Uang diterima 30 juta bisa jadi diatas 30 juta kan gawat kali, ini namanya pemerasan yang terorganisir, makanya kami juga membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Kalau masalah mobil yang dijaminkan itu memang punya aku yang kubeli dari hasil lelang pada satu kantor dan belum di BBM kan” ucap ayah mertua ALD, AZW.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US