Pascagencatan Senjata, Umat Islam Beramai-ramai Ibadah Salat Subuh di Al Aqsa
Salat subuh di Masjid Al Aqsa. / istimewa
News
Internasional

Pascagencatan Senjata, Umat Islam Beramai-ramai Ibadah Salat Subuh di Al Aqsa

Jumat, 21 Mei 2021 14:05 WIB 21 Mei 2021, 14:05 WIB

INDOZONE.ID - Sejumlah umat Islam di Palestina melaksanakan Ibadah Salat Subuh pertama tanpa intimidasi pihak Zionis Israel.

Tampak dalam video rombongan umat Islam dengan antusias mendatangi komplek Masjid Al Aqsa di Palestina. Tak hanya kaum lelaki, tapi kaum perempuan juga terlihat begitu semangat melaksanakan Ibadah Salat Subuh.

Dari akun twitter, @ekowboy2 21 Mei 2021 terlihat cuplikan video umat Islam berjalan menuju komplek Masjid Al Aqsa sambil berteriak lantang Asma Allah dan bertakbir.

"Untuk pertama kali dalam sejarah rakyat Palestina shalat Subuh di Al-Aqsho tanpa intimidasi tentara zionis.. Yaa RAAB.. sempurnakan kemenangan rakyat Palestina, hinakan zionis bangsa biadab musnahkan mrk dari peradaban manusia #PalestinaMenang," tulis akun @ekowboy2.

Postingan ini mendapatkan komentar dari para netizen. Sebagian besar mendukung pembebasan Palestina atas agresi militer Israel.

"Jika jamaah shubuhnya Sama dengan jamaah jum'at, itu pertanda yg ditakuti oleh yahudi isreal," tulis akun @kangpree.

"Jadi inget teman jordanku yg seumur hidupnya cita2nya sholat di al Aqsho..Bro, semoga waktunya tdk lama lagi," tulis akun @Ningsulistiyow1.

"Aamiin.... kencangkan doa agar israhell segera musnah dr muka bumi," tulis akun @muthiahhaniif.

Diketahui, Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang untuk bertemu dengan rekan-rekan Israel, Palestina dan regional untuk membahas upaya pemulihan dan "bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Israel dan Palestina."

Dikutip dari Antara, perjanjian gencatan senjata tersebut menyusul aktivitas diplomatik yang intens selama berhari-hari yang memberikan ujian terhadap kemampuan Biden dan para pembantu keamanan nasionalnya untuk membantu menyelesaikan konflik yang bisa berubah menjadi perang yang berkepanjangan.

Selama negosiasi, Biden berbicara dengan dua pemimpin yang memiliki hubungan tegang dengannya - enam kali dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk dua kali pada Kamis, dan satu kali dengan Presiden Mesir Abel Fattah al-Sisi.

Baik Netanyahu dan Sisi dekat dengan Donald Trump. Biden menunggu berminggu-minggu untuk menelepon Netanyahu setelah menjabat sebagai presiden AS.

Panggilan teleponnya dengan Sisi pada  Kamis adalah pertama kalinya mereka berbicara sejak Biden menjabat pada  Januari.

Mesir, yang memiliki perjanjian perdamaian dan hubungan diplomatik dengan Israel dan juga memelihara kontak dengan Hamas, secara tradisional memainkan peran kunci dalam memadamkan pertempuran Gaza.

Tidak adanya komunikasi langsung antara kedua presiden hingga saat ini telah secara luas dilihat sebagai penghinaan Sisi oleh pemerintahan baru yang telah memperjelas kekhawatirannya tentang catatan hak asasi manusia Mesir.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US