GNPF Ulama Sumut Gugat KPU-Bawaslu ke PN untuk Menuntut Pilkada Medan Ditunda
Ilustrasi Pilkada. (Pixabay)
News
Kota Medan

GNPF Ulama Sumut Gugat KPU-Bawaslu ke PN untuk Menuntut Pilkada Medan Ditunda

Rabu, 16 September 2020 15:08 WIB 16 September 2020, 15:08 WIB

INDOZONE.ID - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara meminta Pilkada Medan ditunda. Untuk itu, mereka menggugat KPU dan Bawaslu ke Pengadilan Negeri (PN).

"Apa yang kita lakukan hari ini menggugat KPU dan Bawaslu Kota Medan dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Medan. Ini adalah langkah lanjutan dari sejak 3 bulan yang lalu Pokja GNPF-U Sumut sudah memperhatikan dengan baik bahwa pilkada kali ini adalah pilkada horor," kata Ketua Pokja Pilkada GNPF-Ulama Sumut, Tumpal Panggabean, Rabu (16/9).

Tumpal mengatakan, pihaknya meminta Pilkada Medan ditunda lantaran Medan merupakan kawasan  zona merah Covid-19. Penularan virus corona setiap harinya terus meningkat.

"Lalu di situasi seperti ini, ada lembaga KPU dan Bawaslu dan stakeholder lainnya sedang melakukan tahapan pilkada, tentu ini sangat membahayakan bagi rakyat Kota Medan khususnya. Di sisi lain pemerintah melakukan kampanye agar melakukan protokoler, tapi di sisi lain ada stakeholder, pemerintah maupun KPU, Bawaslu melakukan upaya-upaya yang sistematis mengundang kerumunan. Yang sistematis membuka ruang yang semakin banyak berinteraksi," jelas Tumpal.

Tumpal mengkhawatirkan, jika panggung Pilkada Medan tetap digelar, maka kasus virus corona terus naik. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin dalam pelaksanaan Pilkada patuh terhadap protokol kesehatan.

"Coba anda bayangkan kalau situasi zona merah seperti ini, lalu semua tahapan pilkada berlanjut apa yang akan terjadi di Kota Medan. Siapa yang bisa menggaransi bahwa semua akan bisa melakukan protokoler dengan baik. Contoh kecil, tidak satupun calon yang mendaftar di Indonesia ini yang melakukan protokoler dengan baik, termasuk Kota Medan. Yang ada adalah membawa massa di mana-mana. Ini kan sangat horor, kita nggak mau kepentingan politik mereka lalu mengancam nyawa masyarakat Kota Medan," kata dia.

Oleh karena itu, Tumpal meminta Pilkada Medan ditunda dan Pilkada boleh dilanjutkan ketika Medan sudah berada di kategori zona hijau Covid-19.

"Kita minta Pilkada ditunda. Tunda pilkada sampai angka pandemi itu bisa dikendalikan sampai Medan ini zona hijau. Kalau itu sudah zona hijau silakan lakukan pilkada, kita tidak keberatan, kita tidak menolak pilkada. Tapi ketika zona merah, maka kita meminta kepada stakeholder terkait, pemerintah, KPU, Bawaslu untuk menunda pilkada Kota Medan sampai betul-betul aman," ucap dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US