Mantu Jokowi Copot Kadis Kesehatan Kota Medan, Syamsul Nasution Duduki Kursi Kepala Dinas
Walikota Medan, Bobby Nasution. / istimewa
News
Kota Medan

Mantu Jokowi Copot Kadis Kesehatan Kota Medan, Syamsul Nasution Duduki Kursi Kepala Dinas

Jumat, 23 April 2021 19:35 WIB 23 April 2021, 19:35 WIB

INDOZONE.ID - Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi. Alasannya karena tak merespon perintah perbaikan persoalan penanganan Pandemi Covid-19. Wakil Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) Pirngadi Syamsul Nasution mengisi kursi kepala dinas.

"Benar [sudah dicopot], sudah selalu kita ingatkan masalah Covid, sudah disampaikan berkali-kali," ucap Bobby. Jumat (23/4/2021).

Bobby mengklaim udah mengingatkan jajarannya untuk fokus di masalah kesehatan masyarakat. Terutama tentang Covid-19 yang juga merupakan program utama Pemerintah Kota Medan.

"Covid ini penyelesaiannya adalah program utama kita juga. Kemarin juga beberapa hari setelah saya dilantik kita sama-sama tahu masalah kesehatan ini terus menggunung, menumpuk," kata Bobby.

Menurutnya, dia selalu berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi dalam penanganan dan perbaikan terkait Covid-19.

"Dan saya selalu meminta perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan mulai pendataan sampai penanganan. Tapi itu belum bisa terjadi," kata Bobby.

Sebab, Bobby ingin memastikan Covid-19 tak jadi momok di Kota Medan. Walaupun status kota Medan berada di zona orange atau risiko sedang, tapi Menantu Presiden Joko Widodo ini Covid-19 bisa bebas dan hilang dari Kota Medan.

"Kita harus bisa ke zona hijau secepatnya. Seluruh lingkungan di Kota Medan harus segera terbebas dari Covid-19," ujarnya.

Kini kursi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan kini diduduki oleh Wakil Direktur RSUD Pirngadi Syamsul Nasution.

Sekedar informasi, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah menegur Bobby terkait kerumunan di Kesawan City Walk yang dinilai melanggar PPKM Mikro. Karena Kota Medan kini tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro.

Teguran itu karena minimnya masyarakat yang peduli dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), tidak menjaga jarak dan jam operasional di Kesawan City Walk yang sempat melewati batas waktu.

Artikel menarik lainnya:


TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US