Oknum Guru Kerap Hina Siswa Miskin,  Wakil Ketua DPRD Medan Menyambangi SMPN 28
Oknum Guru Kerap Hina Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Medan Sambangi SMPN 28. (WhatsApp/Istimewa).
News
Kota Medan

Oknum Guru Kerap Hina Siswa Miskin,  Wakil Ketua DPRD Medan Menyambangi SMPN 28

Selasa, 11 Januari 2022 16:47 WIB 11 Januari 2022, 16:47 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Ketua DPRD Medan, H Ihwan Ritonga SE, menyambangi SMPN 28 Medan Jl Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Selasa (11/1/2022) pagi. Kunjungan itu guna merespon pengaduan siswa yang kerap dihina sebagai siswa miskin dan bodoh oleh oknum guru.

Kedatangan Ihwan Ritonga langsung diterima Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 28, Horas Pohan didampingi dua guru kelas Refia Samosir dan Masrohima yang dituding melecehkan seorang siswa dengan menghina miskin dan bodoh.

Ketua DPC Partai Gerindra itu jelasakan, salah satu siswa bernama Indah Kelas IX F SMPN 28 kerap sekali mendapatkan cacian dari oknum guru dengan menyebutkan miskin dan bodoh. 

"Pengaduan itu sudah dua kali diterima dari siswa yang sama. Maka, untuk klarifikasi, saya pertemukan siswa dan gurunya, guna menyejukkan suasana," ujar Ihwan Ritonga kapada wartawan, Selasa, (11/1/2021).

Dikatakan Ihwan, saat ini puluhan anak dari warga kurang mampu di Medan mulai tingkat SD hingga bangku Kuliah ditanggung biaya sekolahnya. 

"Bila ada anak warga miskin yang putus sekolah kita siap menanggung segala keperluannya, tapi berprestasi," kata Ihwan kepada wartawan usai pertemuan.

Sebelumnya, ketika pertemuan dengan pihak sekolah, dia menekankan agar tidak ada lagi ucapan penghinaan dan cacian dari guru kepada anak didik.

"Karena itu sangat mengganggu fisikologis anak dan berdampak menurunnya minat sekolah," pungkas Ihwan.

"Sudah dua kali si Indah ini mengadu kepada saya. Dia ini anak asuhan saya karena putus sekolah. Memang benar Indah ini anak susah, tapi jangan lah diejek lagi. Anak ini berprestasi, dan saya yang menanggung segala keperluan sekolahnya," sambung Ihwan menjelaskan.

Lanjut dia menuturkan, kepada Kepsek dan guru diharapkan agar mampu memotivasi siswa agar belajar dengan baik. 

"Ke depan kita harapkan jangan ada lagi penghinaan dari guru kepada siswa begitu juga sebaliknya dan sesama siswa," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan DPRD Medan, Kepsek SMPN 28 Medan, Horas Pohan menyampaikan, pihaknya minta maaf bila terjadi kesalahpahaman atas adanya ucapan yang mungkin terlanjur dari guru. 
Katanya, semua itu bukan tujuan negatif tapi demi kebaikan.
 
Ke depan dia menuturkan, Dia (oknum guru yang mencaci) berjanji tidak akan terulang ucapan yang sama dari guru kepada seluruh siswa. 

"Saya siap menjamin kenyamanan seluruh siswa," ucap Horas.


Begitu juga dengan guru Refia Samosir mengaku minta maaf bila ada tercetus perkataan cacian. 

"Semua itu tanpa kesengajaan untuk melakukan penghinaan. Adanya perkataan itu sama sekali tidak kesengajaan," kata Samosir.

Artikel Menarik Lainnya:



Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US