Beredar Video Warga di Medan Marah-marah Tolak Ibunya Dikubur dengan Protokol Covid-19
Sejumlah warga di Medan marah-marah menolak keluarganya dikubur dengan protokol Covid-19. (Tangkapan layar/Instagram)
News
Kota Medan

Beredar Video Warga di Medan Marah-marah Tolak Ibunya Dikubur dengan Protokol Covid-19

Selasa, 22 September 2020 14:59 WIB 22 September 2020, 14:59 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini, beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga di Medan marah-marah ke petugas medis rumah sakit karena menolak keluarganya, dalam hal ini ibunya untuk dikuburkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Sebab menurut mereka, ibunya itu belum dapat dipastikan terinfeksi Covid-19.

Peristwa itu diketahui berawal dari video yang diunggah akun Instagram @medantau.id pada Senin (21/9).

Seperti yang dapat terlihat dalam video, sejumlah petugas medis yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap tengah membawa peti mati dari dalam rumah sakit.

Tampak peti mati itu sudah dilapisi oleh plastik dan akan dimasukkan ke dalam ambulans.

Dari video itu terlihat juga, bahwa peristiwa tersebut terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Madani, Jalan Arief Rahman Hakim, Medan.

Sejumlah warga yang merupakan keluarga korban tampak tidak senang dan mendekati peti mati sambil berteriak marah-marah ke petugas medis.

"Buka ini plastiknya, Covid-covid aja kalian bikin," ujar seorang pria yang mendekati peti mati itu.

Tidak hanya itu, ada seorang wanita mengenakan hijab merah juga mendekati peti mati. Dia begitu tak kuasa menahan tangisnya.

"Kok kayak gini mamaku kalian bikin,” kata dia sambil menangis.

Kemudian, ada seorang pria yang mengenakan kaus putih juga ikut terpancing amarahnya. Di bahkan mengeluarkan ucapan sumpah yang ditujukan kepada petugas medis di situ.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by medantau.id (@medantau.id) on

Berdasarkan informasi yang dihimpun Indozone, peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/9) di RSU Madani. Sementara, pasien yang meninggal itu adalah seorang wanita berusia 62 tahun berinisial S.

Kepala Bagian Pelayanan Medis dr H Tommy Hendra mengatakan pasien S itu masuk ke rumah sakit pada Sabtu sore (19/9). Saat itu S dinyatakan sebagai pasien suspek Covid-19 dan langsung melakukan tes Swab.

Sementara itu, sampel Swab-nya masih tengah diperiksa di Laboratorium USU.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US