Kasus Aniaya Pelajar SMP Lebong Selesai di Mapolsek, Wakapolres: Cukup Sebagai Pelajaran
Kasus Aniaya Pelajar SMP Lebong Diselesaikan di Mapolsek Rimbo Pengadang dan berakhir damai. (foto/istimewa)
News
Nasional

Kasus Aniaya Pelajar SMP Lebong Selesai di Mapolsek, Wakapolres: Cukup Sebagai Pelajaran

Kamis, 05 Agustus 2021 01:13 WIB 05 Agustus 2021, 01:13 WIB

INDOZONE.ID - Sempat viral dan mendapat kecaman dari sejumlah netizen, tentang seorang pelajar SMP Negeri 7 Lebong yang menganiaya teman sekolahnya sendiri. Ternyata, kasus penganiayaan tersebut diselesaikan di Mapolsek Rimbo Pengadang, Kabupaten Bengkulu, Rabu (4/8/2021).

Hal itu dilakukan untuk menggelar sidang mediasi antara korban dengan pelaku serta bersama keluarganya. Sidang mediasi yang dipimpin Wakapolres Lebong, Kompol Tatar Insan, didampingi Kabag Ops Polres Lebong, AKP Muliyadi dan Kapolsek Rimbo Pengadang, Ipda M Hasan Basri, menghasilkan kata mufakat antara kedua belah pihak. Yakni, orang tua dan anaknya sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

Dalam mediasi itu juga menghadirkan Camat Topos, Hartoni, Kades Suka Negeri, Jon Kenedi dan Kepsek SMPN 7 Lebong, Zoni Harpen beserta guru BK dan Wali kelas. Kemudian untuk diketahui, korban adalah FA (14) pelajar kelas 8 SMP warga Desa Suka Negeri. Sedangkan, pelaku berinisial SRK (15) pelajar kelas 9 SMP warga Kelurahan Topos dan rekannya perekam Video berinisial AR (15) pelajar kelas 9 SMP warga Desa Suka Negeri, Kecamatan Topos.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Lebong, Kompol Tatar Insan menyampaikan, semoga peristiwa bullying tersebut, menjadi kejadian yang pertama dan terakhir, karena telah melanggar Undang-undang. Kemudian, apabila ada kejadian yang sama atau terulang, ia tegaskan, Polri akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Selanjutnya, ia jelaskan, kedua belah pihak tidak ada lagi menyimpan rasa dendam dan harus menjadi satu keluarga. Ia juga mengimbau, agar orang tua dan pihak sekolah lebih ketat lagi dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Bagi masyarakat yang masih menyimpan maupun yang sudah posting video bullying ini, untuk tidak lagi dishare atau dihapus postingannya,” tegas Kompol Tatar.

Selain itu, dirinya selaku Wakapolres Lebong juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah terlanjur memposting untuk dapat menarik lagi postingannya, ini lebih kepada kepedulian bersama. Karena pelaku maupun korban sama-sama masih dibawah umur, dan memang masih diperlukan pengawasan lebih kedepannya.

“Cukup ini sebagai pembelajaran kita semua, pengawasan kepada anak-anak memang harus lebih ditingkatkan, kalau ada hal yang tidak bagus sama-sama kita perbaiki,” terangnya.

Usai acara mediasi di Mapolsek, terpantau Wakapolres Lebong, Kabag Ops dan Kapolsek Rimbo Pengadang langsung mengunjungi kediaman orang tua FA. Kunjungan itu bentuk kepedulian jajaran Polres Lebong, sekaligus penyerahan tali asih bantuan sembako. Tak lain untuk menunjukkan perhatian Polres Lebong kepada keluarga korban.

 
 
TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU