INDOZONE.ID - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan pencegahan radikalisme menjadi tanggungjawab dan perhatian seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya sebatas tugas TNI dan Polri saja.
"Polri dituntut untuk mencegah kelompok radikal dan intoleran, sehingga hubungan yang harmonis di lingkungan masyarakat tetap terjaga," ujar dia dalam sambutan pembukaan pembinaan penanggulangan/pencegahan radikalisme dan intoleransi di Medan, Kamis (17/9) kemarin.
Martuani mengatakan, paham intoleran hanya akan menghasilkan radikalisme yang bisa memecahkan bangsa. Sehingga paham intoleran tidak perlu berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Sebagai anggota Polri kita bertugas untuk mencegah penyebaran paham-paham tersebut dan jangan sampai kita terlibat dan terpapar. Pentingnya umat beragama saling menghormati, menghargai dan tidak boleh ada intervensi," katanya.
"Jika kita saling menghargai dan menghormati maka Indonesia akan semakin maju dan makmur," ucapnya.