Sopir Taksi Online yang Dibunuh di Tembung Bukan Mitra Gocar
Ilustrasi Gojek. (Istimewa)
News

Sopir Taksi Online yang Dibunuh di Tembung Bukan Mitra Gocar

Senin, 16 Maret 2020 16:57 WIB 16 Maret 2020, 16:57 WIB

INDOZONE.ID - Sebelumnya dikabarkan bahwa seorang sopir taksi online tewas dibunuh oleh dua penumpangnya Jalan Rahayu Pasar 12 Tembung, Medan, Minggu (15/3/2020) dini hari. Berita itu dibagikan di media sosial dan menarik perhatian warganet. Disebutkan sopir taksi yang dibegal itu merupakan driver Gocar, aplikasi taksi online milik Gojek. 

Indozone mengonfirmasi apakah benar sopir taksi online tersebut adalah mitra Gocar, Senin (16/3/2020).  

"Terkait kasus tersebut, kami telah segera melakukan pemeriksaan secara internal dan mendapati bahwa korban bukanlah mitra driver Gojek," terang Dian Lumban Toruan selaku Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, kepada Indozone, Senin (16/3/2020).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan pihak Polrestabes Medan segera setelah mendapat informasi perihal kasus ini. 

"Gojek menyadari pentingnya keamanan dan keselamatan para mitra dan pelanggan kami. Oleh sebab itu, kami telah mengembangkan fitur untuk mengantisipasi kondisi darurat berupa tombol darurat. Tombol ini muncul di aplikasi mitra saat menjalankan orderan, dengan tampilan yang mencolok dan mudah diakses bila diperlukan," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, apabila terdapat indikasi bahaya kriminal pada saat perjalanan, atau melihat adanya kondisi kriminal yang dialami oleh pelanggan atau mitra pengemudi, maka tombol darurat dapat digunakan. Tombol ini terkoneksi ke tim khusus Gojek yang siaga 24 jam. Tombol serupa juga tersedia di aplikasi konsumen. 

Seperti dikabarkan sebelumnya, sopir taksi yang tewas tersebut berinisial RT (30), yang membawa dua orang penumpangnya dengan tujuan kawasan Simpang Jodoh Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang dari salah satu hotel di sekitar Bandara Kualanamu. 

RT dibunuh dua orang penumpang itu menggunakan obeng. Jenazah korban kemudian dibuang di irigasi di Jalan Rahayu Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kasus ini terbongkar karena keluarga korban curiga. Hingga pukul 01.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga sempat menghubungi ponsEL korban tetapi tidak aktif.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian di kawasan Tembung. Beberapa saat kemudian, keluarga melihat mobil korban dikemudikan orang tak dikenal.

Pihak keluarga pun melakukan pengejaran. Di dekat Mapolsek Percut Sei Tuan, keluarga korban berhasil menangkap pelaku setelah berhasil dihadang. Salah satu pelaku sempat diamuk hingga meninggal. Sedangkan pelaku lainnya berhasil diamankan salah satu personel Polsek Percut Sei Tuan yang berada tak jauh dari lokasi.

Saat diinterogasi di Mapolsek Percut Sei Tuan, pelaku mengakui perbuatannya.  

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo mengatakan pelakunya sudah diamankan. Salah satu pelaku meninggal setelah diamuk massa. Sedangkan seorang lainnya telah ditahan di Mapolsek Percut Sei Tuan.

"Sudah dua orang kita amankan, satu meninggal dunia," kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo.

Ia mengatakan kasus ini masih terus didalami Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU