Pengunjuk Rasa Tuntut PM Thailand Mundur, Massa: Kami Tidak Bisa Cari Nafkah
Dokumetasi - Pengunjuk rasa anti pemerintah membakar kantung jenazah tiruan, mewakili korban jiwa akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19), dan sebuah boneka berbentuk Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, di Bangkok, Thailand, Minggu (18/7/2021). REUTE
News
Internasional

Pengunjuk Rasa Tuntut PM Thailand Mundur, Massa: Kami Tidak Bisa Cari Nafkah

Senin, 02 Agustus 2021 00:13 WIB 02 Agustus 2021, 00:13 WIB

INDOZONE.ID - Pengunjuk rasa di Thailand menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Hal itu dikatakan pada saat massa demonstran berkonvoi di jalan-jalan dengan mobil dan motor pada Minggu, (1/8/2021).

Chan-ocha dianggap gagal oleh pendemo dalam menangani wabah ketika negara itu berjuang melawan lonjakan tertinggi kasus COVID-19 selama pandemi.

Di Bangkok, pengendara mobil membunyikan klakson dan pengendara motor memberi salam tiga jari --simbol perlawanan yang terinspirasi dari film "The Hunger Games-- ketika melintasi jalan sejauh 20 km dari Monumen Demokrasi di pusat ibu kota ke Bandara Internasional Don Muang.

"Kami nyaris tak bisa mencari nafkah sekarang, semua anggota keluarga kami terkena dampaknya," kata Chai, pengunjuk rasa berusia 47 tahun yang enggan menyebut nama lengkapnya, dari dalam mobil.

"Pemerintah gagal memberi vaksin tepat waktu dan banyak dari kami yang belum divaksin," kata dia.

"Jika kami tidak turun ke jalan menyampaikan seruan, pemerintah akan mengabaikan kami." ujarnya seperti yang dikutip Indozone, Minggu, (1/8/2021).

Ternyata, protes serupa juga digelar msayarakat Thailand di provinsi-provinsi lain.

Berdasarkan data yang dihimpun Indozone, negara di Asia Tenggara itu berencana memvaksinasi 50 juta orang hingga akhir 2021. Sejauh ini baru 5,8 persen dari 66 juta lebih penduduknya yang sudah divaksin lengkap, sedangkan warga yang baru menerima satu dosis mencapai 21 persen.

Pada Minggu (1/8/2021), Thailand melaporkan 18.027 kasus baru dan 133 kematian akibat COVID-19, sehingga totalnya menjadi 615.314 kasus dan 4.990 kematian.

 
 
TAG
Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU