Selama Lebaran Idul Fitri, Kuda Sewa di Istana Maimun Kurang Peminat, Pengelola Mengeluh
Dua anak kecil naik kuda sewa di Istana Maimun pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. (ANTARA/Munawar)
News
Kota Medan

Selama Lebaran Idul Fitri, Kuda Sewa di Istana Maimun Kurang Peminat, Pengelola Mengeluh

Minggu, 16 Mei 2021 11:32 WIB 16 Mei 2021, 11:32 WIB

INDOZONE.ID - Kuda sewa yang beroperasi di Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Sukaraja, Kota Medan, Sumatera Utara pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tepatnya, lebaran ketiga, Sabtu, kurang diminati pengunjung karena situasi pandemi COVID-19.

"Selama Lebaran ini, pendapatan sewa kuda dari pengunjung/masyarakat berkurang, dan tidak sesuai yang diharapkan," ujar Azai (32), pengelola kuda sewa di Istana Maimun Medan, Sabtu (15/5) kemarin.

Ia menyebutkan, jumlah kuda sewa yang ada di Istana Maimun tiga ekor. Ketiga kuda itu merupakan kuda lokal dan memiliki tubuh kecil.Dan tidak seperti kuda asal Sumbawa memiliki tubuh besar, kokoh dan kuat.

"Biaya menunggang kuda tersebut hanya Rp20.000 per orang, dan sekali keliling di lapangan Istana Maimun," ujarnya dikutip dari Antara.

Zai mengatakan, pendapatan satu hari hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000.Sebelum terjadi pandemi COVID-19, penghasilan bisa mencapai Rp1.000.000. 

"Saat ini, benar-benar penghasil jatuh, dan tidak bisa membawa uang banyak ke rumah," kata warga Medan Polonia itu.

Istana Maimun adalah istana kebesaran Kesultanan Deli dengan warna kuningnya (kuning merupakan warna kerajaan Melayu) dan khas gaya seni bina Melayu di pesisir timur. Istana Maimun ini dirancang oleh seorang arsitek dari Itali dan disiapkan pada tahun 1888 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Istana Maimum memiliki luas 2.772 meter persegi dan mempunyai 30 bilik. Istana Maimun menarik minat wisatawan dari Mancanegara, Eropa, Asia dan Nusantara, karena berbentuk kebudayaan Melayu, Islam, Spanyol, India dan Italia.

Istana Maimun tersebut masih didiami oleh keluarga–keluarga sultan. Terdapat, ruangan pertemuan, foto–foto keluarga kerajaan Deli, perabot rumah tangga Belanda kuno dan pelbagai senjata. 

Tempat wisata ini terbuka bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Di istana ini pula terdapat Meriam Puntung yang merupakan peninggalan sejarah daripada kerajaan Deli.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US