Pemerintah Diminta Kaji Ulang Soal Zero KJA di Danau Toba
Keramba jaring apung di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. (FOTO ANTARA/HO)
News
Kab. Toba Samosir

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Soal Zero KJA di Danau Toba

Sabtu, 20 November 2021 15:51 WIB 20 November 2021, 15:51 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut, Gusmiyadi meminta pemerintah mengkaji ulang upaya penerapan "Zero" Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba , Sumatera Utara yang bertujuan memajukan sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan kebijakan pengosongan tersebut akan berdampak pada nasib banyak orang yang akan kehilangan mata pencahariannya. 

"Ini harus dikaji ulang karena ini menyangkut nasib banyak pemilik KJA yang saat ini resah," ucapanya kepada Antara yang dikutip Indozone, Sabtu (20/11/2021). 

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan perputaran uang dari hasil budidaya perikanan di perairan untuk kawasan Danau Toba mencapai Rp3 triliun lebih per tahunnya. Jadi sangat sayangkan jika kebijakan ini diterapkan. 

Selain itu, menurutnya masyarakat sekitar Danau Toba tidak mempunyai lahan yang bisa dioptimalkan untuk pertanian. 

"Kalaupun ada lahan, bukan hal yang gampang untuk mengalihfungsikan mereka menjadi petani diluar dari pembudidaya ikan," jelasnya.

Oleh sebab itulah ia mendorong pemerintah melakukan kajian yang tuntas dengan melakukan semacam proyeksi jika kemudian kebijakan pengosongan dilakukan. 

"Pemerintah juga harus mampu mengkolaborasi dan memberikan opsi kemungkinan kegiatan KJA itu pada skala tertentu dijadikan bagian yang terintegrasi dengan kegiatan pariwisata, sehingga potensi konflik bisa dikurangi," ucapnya. 

Diketahui saat ini sejumlah pemilik KJA di kawasan Danau Toba sedang gelisah. Satu di antaranya, T Sinaga, warga Dusun Bontean, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. 

Dia masih bingung bila pengosongan KJA dilakukan, karena tinggal di perbukitan, dan tidak bisa beralih usaha dengan tanaman pertanian

Apalagi, pengembangan destinasi pariwisata super prioritas kawasan Danau Toba belum memberikan pengaruh positif untuk kehidupan keluarganya. 



Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US