RS Medan Diminta Sediakan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Bobby: Sebanyak 30 Persen
Wali Kota Medan Bobby Nasution (kedua kiri) berdiskusi dengan Dandim 0201/BS Kol Inf Agus Setiandar (kanan). (Foto/Istimewa)
News
Kota Medan

RS Medan Diminta Sediakan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Bobby: Sebanyak 30 Persen

Senin, 02 Agustus 2021 23:35 WIB 02 Agustus 2021, 23:35 WIB

INDOZONE.ID - Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan Pemko Medan meminta rumah sakit (RS) menyediakan sekitar 30 persen dari total tempat tidur yang ada. Tempat tidur tersebut akan digunakan khusus bagi penanganan pasien COVID-19 di daerah ini.

"Kami terus meminta kepada seluruh rumah sakit di Kota Medan agar bisa menyediakan tempat tidur khusus COVID-19 sebanyak 30 persen dari jumlah yang ada," ucap Bobby, Senin (2/8/2021).

Ia mengaku, hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus konfirmasi COVID-19 yang mengakibatkan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit setempat meningkat.

Selain itu, ia menerangkan penambahan kasus rata-rata per hari di daerah ini telah mencapai 400 kasus, dan pernah kasus konfirmasi COVID-19 mencapai 700 kasus per hari.

"Saat ini jumlah BOR di Kota Medan sudah mencapai 73 persen. Dari 8.000 lebih jumlah tempat tidur, baru 28 persen tempat tidur khusus pasien COVID-19 di rumah sakit," ujarnya.

Laporan Satgas COVID-19 Kota Medan pada Minggu (1/8), menyebutkan, kasus konfirmasi COVID-19 tercatat 29.087 orang terdiri dari 20.946 sembuh, 7.457 dirawat dan 684 meninggal.

"Dari 2.900 testing (pemeriksaan) per hari dilakukan, saat ini telah ditingkatkan di atas 3.000. Target per hari testing itu sebanyak 4.900," tegas Bobby.

Seperti diketahui, keseriusan Bobby Nasution untuk menangani Covid-19 tak hanya sampai di situ saja. Baru-baru ini, ia meresmikan eks Hotel Soechi sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) yang diperuntukkan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan kategori orang tanpa gejala (OTG) pada Minggu (1/8/2021).

"Total sudah ada dua tempat isoter yang dimiliki Pemerintah Kota Medan," katanya.

Tempat isolasi terpusat eks-Hotel Soechi ini, ia katakan memiliki kapasitas 240 kamar tidur dan diutamakan untuk penanganan pasien OTG.

"Kriteria yang kita utamakan adalah yang ringan dan OTG. Karena yang OTG ini lebih berperan dalam penyebaran COVID-19," ujarnya.

Ia pastikan bagi pasien yang menjalani isolasi di eks-Hotel Soechi ini tidak akan dipungut biaya alias gratis.

 
TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU