Kronologi Pembunuhan Kuli Bangunan di Deli Serdang, Pelaku Bunuh Korban Pakai Cangkul
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko (kanan) didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing (kiri) saat konferensi pers di Mako Polrestabes Medan, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
News
Kab. Deli Serdang

Kronologi Pembunuhan Kuli Bangunan di Deli Serdang, Pelaku Bunuh Korban Pakai Cangkul

Jumat, 10 Juli 2020 10:23 WIB 10 Juli 2020, 10:23 WIB

INDOZONE.ID - Kasus pembunuhan seorang kuli bangunan di Deli Serdang menjadi berita santer dalam beberapa hari ini. Apalagi ketika ketika seorang saksi bernama Sarpan diduga dipukuli oknum polisi dan dipaksa mengaku melakukan pembunuhan. 

Polrestabes Medan akhirnya mengungkap motif dan kronologi pembunuhan kuli bangunan bernama Dodi Somanto (40), warga Jalan Sidomulyo, Gang Seriti, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang ditemukan tewas pada Kamis, (2/7/2020)

Dari pemaparan, polisi menyebutkan bahwa pelaku bernama Anzar (27) nekat membunuh Dodi dengan menggunakan Dodi hingga tewas karena sakit hati kerap diejek oleh korban.

"Motifnya berdasarkan keterangan tersangka karena sakit hati sering diledek korban," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko di Mapolrestabes Medan, Kamis (9/7/2020).

Riko mengatakan, pembunuhan terjadi saat korban Dodi Somanto tengah mengaduk semen untuk merenovasi kamar Nurdiana Dalimunthe yang merupakan ibu pelaku. Sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku kemudian mengambil cangkul dari lokasi adukan semen dan mengayunkannya ke belakang kepala Dodi Somanto sebanyak dua kali.

"Akibat ayunan tersebut, korban Dodi berteriak minta tolong," kata Riko.

Saat itu, saksi Sarpan berada di dalam kamar. Kemudian di keluar setelah mendengar suara meminta tolong. Ketika dia keluar dia melihat Dodi sudah bersimbah darah. Sementara, tersangka Anzar terlihat memegang cangkul.

Saat itu, tersangka masih sempat mengayunkan cangkul ke arah Sarpan. Melihat aksi itu, Sarpan menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Saat di dalam kamar, Sarpan berteriak memanggil ibu Nurdiana Dalimunthe yang saat itu sedang berada di belakang rumah sedang membersihkan parit.

Ibu Nurdiana kemudian masuk ke halaman rumah dan mendapati anaknya memegang cangkul.

"Sedangkan korban saat itu sudah tergeletak dengan kondisi bersimbah darah," ucapnya.

Saat disinggung, apakah tersangka Anzar mengalami gangguan jiwa, Riko menjelaskan belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Polisi masih terus mendalami kasus ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US