Anjing Pelacak yang Diturunkan Masih Belum Temukan 3 Anak yang Hilang di Langkat
Anjing pelacak yang diturunkan Tim Satwa Polda Sumut. (Dok. Istimewa)
News
Kab. Langkat

Anjing Pelacak yang Diturunkan Masih Belum Temukan 3 Anak yang Hilang di Langkat

Jumat, 23 Oktober 2020 13:59 WIB 23 Oktober 2020, 13:59 WIB

INDOZONE.ID - Tiga anak yang rata-rata berusia 7 tahun bernama Yoghi Tri Herlambang, Nizam Aufah Reza, dan Alfisah Zahra di Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat dilaporkan hilang sejak Minggu (18/10).

Berbagai upaya pencarian pun terus dilakukan. Salah satunya dengan menurunkan anjing pelacak seperti yang dilakukan Tim Satwa Polda Sumatera Utara.

Namun sayangnya, hingga Kamis (22/10), pencarian terhadap terhadap ketiga anak tersebut juga belum membuahkan hasil.

Anjing pelacak yang diturunkan itu juga belum memperlihatkan gerak-gerik mengendus atau menemukan jejak keberadaan ketiga bocah yang hilang secara misterius itu.

Upaya pencarian dengan menyisir lahan perkebunan hingga kolam danau Pulka juga sudah dilakukan petugas. Bahkan, ketiga ibu kandung dari 3 anak yang hilang itu sampai melakukan ritual dengan melepas ikan mas ke dalam kolam Pulka Naman Jahe di Salapian.

Mengutip Antara, Jumat (23/10), berikut kronologi pencarian terhadap 3 orang anak yang hilang.

Pada Minggu (18/10) sekira pukul 10.00 WIB, seorang saksi mengaku melihat ketiga anak yang hilang berada di area proyek alat berat eskavator yang lagi bekerja mencuci/mengorek parit batas.

Setelah alat berat berhenti bekerja dan pindah lokasi (roling) berjarak satu kilometer, seorang saksi melihat ketiga anak bermain perosotan di bekas timbunan tanah.

Lalu, pada pukul 11.00 WIB, saksi berinisial EPI itu melihat ketiga anak tersebut sempat bermain di dekat pos palang kembar Areal perkebunan PT LNK Kebun Tanjung Keliling Salapian.

Lalu, sekira pukul 14.00 WIB, ketiga anak tersebut masih belum kunjung pulang ke rumah masing-masing sehingga orang tua melakukan pencarian.

Setelah diketahui bahwa ada tiga orang anak yang hilang, dilakukan pencarian secara sukarela oleh warga dari beberapa kampung lebih kurang 300 orang dan dibantu tenaga supranatural/paranormal empat orang, serta dibantu oleh pihak dari Polsek Salapian 20 personel.

Namun hingga Senin (19/10) pukul 05.30 WIB, upaya pencarian pun tak kunjung berhasil. Ketiga anak tersebut masih juga belum ditemukan.

Pada Senin (19/10), pencarian kembali dilanjut. Karena mengingat hilangnya ketiga orang anak sudah memasuki 1 x 24 jam, maka Kapolsek Salapian IPTU Sutrisno bersama personelnya yang berjumlah 20 orang melakukan pencarian bersama Tim Relawan.

Dari Desa Namanjahe sebanyak 500 orang, lalu dibantu oleh Ormas Pandawa Lima sebanyak 50 orang, dan FKPPI sebanyak 50 orang.

Namun, upaya pencarian pada hari kedua juga belum menemukan titik terang. Hingga pencarian hari ketiga dilanjutkan pada Selasa (20/10.

Petugas melakukan pencarian dengan menyisiri lokasi perkebunan yang dianggap rawan, seperti ke area kolam yang ada di kawasan perkebunan LNK Tanjung Keliling. Namun, ketiga bocah tersebut lagi-lagi belum ditemukan.

Pencarian pun dilanjutkan kembali pada hari keempat, Rabu (21/10). Pencarian dilakukan dengan dibantu Personel Polres Langkat sebanyak satu pleton personel Sat Sabhara.

Kapolsek IPTU Sutrisno juga mengerahkan personil Polsek Salapian 20 orang dan personel Koramil 05 Salapian tiga orang, dibantu oleh warga sebanyak 500 orang, ormas/OKP 100 orang, Tagana delapan orang, Rescue Basarnas Provinsi Sumut,  BPBD Langkat empat orang dengan peralatan perahu, dua set alat selam.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU