Ahli Ekonomi USU Sebut Pajak Sembako Bisa Jadi Beban Bagi Masyarakat Miskin
Ilustrasi sembako. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
News
Kota Medan

Ahli Ekonomi USU Sebut Pajak Sembako Bisa Jadi Beban Bagi Masyarakat Miskin

Selasa, 22 Juni 2021 09:10 WIB 22 Juni 2021, 09:10 WIB

INDOZONE.ID - Ahli ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menyebut kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako bisa menjadi beban bagi masyarakat dengan pendapatan rendah dan miskin. Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Dengan kondisi perekonomian yang masih belum pulih seutuhnya, dan ketidakpastian dalam pemulihan ekonomi nasional, maka PPN bahan pokok dapat menyebabkan kesejahteraan masyarakat berkurang khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin," ujar dia melansir Antara, Selasa (22/6).

Menurut Wahyu, pajak sembako justru akan menaikan harga jual barang yang nantinya akan berdampak pada daya beli masyarakat.

"Pengenaan PPN apalagi cukup besar yakni 12 persen dapat dipastikan akan menaikkan harga jual barang," kata dia.

Selain itu, kata dia, pajak sembako juga bertentangan dengan tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD45 alenia ke-4 yaitu memajukan kesejahteraan umum.

Sebab, sembako merupakan barang pokok yang memang dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat, baik kelompok masyarakat miskin hingga kaya.

Untuk itu, Wahyu menyarankan agar pemerintah lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Misalnya dengan menaikkan pajak barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan atas, seperti barang-barang merwah.

Kemudian, bisa juga dengan meninjau ulang  pajak kendaraan bermotor (PKB) yang masih cukup potensial, mengingat banyak kelompok masyarakat di Indonesia yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US