Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, 3 Terdakwa Terancam Hukuman Mati
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menyidangkan terdakwa pembunuh Hakim Jamaluddin. (ANTARA/HO)
News
Kota Medan

Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, 3 Terdakwa Terancam Hukuman Mati

Rabu, 01 April 2020 10:39 WIB 01 April 2020, 10:39 WIB

INDOZONE.ID - Beberapa waktu lalu terjadi kasus pembunuhan yang menyebabkan kematian seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Kini kasus ini sudah sampai ke meja hijau dan menggelar sidang secara online di ruangan Cakra Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pada Selasa (31/03/20), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan Parada Situmorang, dalam dakwaannya di PN Medan menyebutkan motif dari pembunuhan itu adalah masalah rumah tangga yang tidak akur karena antara korban Jamaluddin dengan terdakwa Zuraida Hanum (41).

Keduanya merupakan suami istri namun sering terlibat cekcok atau pertengkaran. Akibatnya, terdakwa Zuraida meminta bantuan kepada terdakwa M Jefry Pratama (42) dan M Reza Fahlevi (28) untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

JPU mengatakan, korban Jamaluddin dihabisi di dalam rumahnya Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Medan Johor, Kota Medan, tanggal 29 November 2019 sekira pukul 03.00 WIB.

Korban tersebut dibunuh dengan cara dibekap pada bagian pada hidung dan mulutnya pakai kain (sarung bantal) hingga lemas dan tak bernapas.

Selanjutnya, terdakwa membuang korban di sebuah jurang di daerah Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (29/11/19).

Akhirnya korban ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Ketika ditemukan jenazah Jamaluddin sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang, kata JPU.

Berdasarkan hasil autopsi di RS Bhayangakara Medan, Jumat (29/11/19) malam, polisi memastikan Jamaluddin adalah korban pembunuhan.

Hingga penyidikan mengarah pada  Zuraidah, Jefri dan Reza yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berencana.

JPU juga mengatakan ketiganya dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati.

Sidang perdana melalui video conference online (daring) dengan Majelis Hakim PN Medan sebagai pimpinan dan Erintuah Damanik sebagai ketua. Sedangkan hakim anggota terdiri dari Dahlia Panjaitan dan Imanuel Tarigan melanjutkan pada Selasa depan (07/04/20) untuk pemeriksaan terdakwa dan sejumlah saksi.

Adapun JPU dari Kejari Medan, yakni Parada Situmorang (Ketua Tim), Rambo Sinurat, Chandra Naibaho, M Yusuf, dan Mirza Erwinsyah.

Saat sidang tersebut, ketiga terdakwa tetap berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Medan. Sedangkan, JPU dan Majelis Hakim tetap berada pada ruangan sidang di PN Medan.

Artikel Menarik Lainnya

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU