Pascapenangkapan Bupati Labura, KPK Segera Panggil DPRD Sumut, Dedi Iskandar
Ilustrasi KPK. / istimewa
News
Kota Medan

Pascapenangkapan Bupati Labura, KPK Segera Panggil DPRD Sumut, Dedi Iskandar

Jumat, 13 November 2020 10:54 WIB 13 November 2020, 10:54 WIB

INDOZONE.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dedi Iskandar terkait penyidikan kasus korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara di Polres Asahan. Selain Dedi, 5 saksi yang lainnya yakni karyawan swasta, Ferdiansyah HSB, Chairul Saleh, selaku staf ahli, swasta/kontraktor, Franky Liwijaya, serta 2 wiraswasta masing-masing Zulfikar dan Edy Haflan.

Selain di Sumut, KPK hari ini juga memanggil 1 lainnya untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, yaitu Biwaludin, seorang PNS.Selain Khairuddin, KPK pada Selasa (10/11) juga telah menetapkan swasta atau Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2016-2019 Puji Suhartono (PJH) sebagai tersangka.

Dilansir dari matatelinga.com, KPK menahan keduanya selama 20 hari ke depan terhitung sejak 10 November 2020 sampai 29 November 2020. Tersangka Khairuddin ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat dan tersangka Puji ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Khairuddin alias Buyung diduga memberi total 290 ribu Dolar Singapura dan Rp 400 juta melalui Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga. Pemberian itu untuk mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo, dan mantan Kepala Seksi DAK Fisik pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Rifa Surya. Selain itu, Khairuddin melalui Agusman juga diduga mentransfer Rp100 juta ke rekening bank atas nama Puji Suhartono. 

Dugaan penerimaan uang oleh tersangka Puji tersebut juga terkait dengan pengurusan DAK pada APBN 2018 Kabupaten Labuhanbatu Utara.Atas perbuatannya, Khairuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Puji disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 KUHP.
 



Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US