Karena Covid-19, Pramugara Ini jadi Tukang Pijat
Fahmi Alwi. / istimewa
News
Internasional

Karena Covid-19, Pramugara Ini jadi Tukang Pijat

Minggu, 08 November 2020 13:58 WIB 08 November 2020, 13:58 WIB

INDOZONE.ID - Di masa pandemi Covid-19, banyak kru maskapai penerbangan yang tak bekerja. Termasuk pramugari dan pramugara yang terpaksa berpindah profesi.

Adalah, Fahmi Alwi tak sangka namanya masuk dalam daftar orang yang diberhentikan oleh perusahaan penerbangan. Dia pun memilih untuk menekuni profesi baru, menjadi seorang fisioterapis. 

Walaupun mengaku sedih, namun dia tak menyerah. Dia siap melanjutkan hidup sebagai seorang terapis pijat. Dilansir dari laman, mStar, Minggu (8/11), Alwi mengaku menjalani penerbangan terakhir September lalu.

"Tentu saya sangat sedih karena itulah pekerjaan tetap pertama saya setelah kuliah. Awalnya saya sempat syok sampai mengurung diri dalam kamar selama dua hari," kenangnya.

"Saya memang suka dunia penerbangan karena selain banyak mendapat pengalaman, profesi ini juga sangat menjanjikan dan memberi peluang untuk membeli mobil dan rumah sendiri," ujar pria yang sudah lima tahun bekerja sebagai pramugara.

Memiliki kemampuan fisioterapi membuat Alwi berani membuka jasa pemulihan kesehatan dan perawatan dengan pemijatan. Dia menawarkan perawatan spa wajah pada awal Oktober lalu. Semua ini dilakukannya untuk mendapatkan penghasilan.

"Selain servis fisioterapi, saya juga telah menawarkan perawatan spa wajah awal bulan ini. Bahkan, saya telah menjalani latihan selama dua bulan lalu. Saya menyadari dampak pandemi dalam industri penerbangan. Jadwal saya juga semakin berkurang sehingga saya punya banyak waktu untuk melakukan aktivitas lain. Daripada saya duduk diam, lebih baik melakukan sesuatu karena mustahil mendapat uang dengan hanya duduk saja," ucapnya.

Alwi menerima spa perawatan wajah di rumahnya maupun di rumah pelanggan di seputar Cyberjaya dan Nilai, Negeri Sembilan. Ada beberapa pengalaman menarik yang dibagikan Alwi. Dia pernah menerima pesan dari seorang wanita yang mau melakukan perawatan spa wajah.

"Saya bilang kalau ini hanya untuk pelanggan lelaki. Jadi, saya memintanya untuk mencari layanan yang ditawarkan oleh wanita. Sepertinya dia mengira saya ini wanita," ujarnya.

Meski begitu, hal tersulit baginya adalah kalau ada pelanggan sudah buat janji bertemu, tapi tidak muncul. Beberapa kali dihubungi tapi tidak ada jawaban, pelanggan itu menghilang. 

"Seperti dalam pesawat, kru kabin melayani karena penumpang. Perawatan spa ini juga melayani pelanggan. Semua ini adalah tantangan dan ujian bagi saya untuk mencari rezeki di masa yang tidak mudah ini," katanya.




Artikel menarik lainnya: 

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US