26 Kabupaten Kota di Sumut Berstatus PPKM Level 1, Ini Penjelasan Dinkes  
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudariansyah. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
News
Kota Medan

26 Kabupaten Kota di Sumut Berstatus PPKM Level 1, Ini Penjelasan Dinkes  

Kamis, 20 Januari 2022 17:51 WIB 20 Januari 2022, 17:51 WIB

INDOZONE.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut menyampaikan, 26 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara, kini berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 yang berlaku mulai 18-31 Januari 2022.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, dr Aris Yudariansyah jelaskan tujuh kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Utara berstatus PPKM Level II.

Disebutkannya, 26 kabupaten dan kota yang berstatus PPKM Level I yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Nias, Langkat, Karo, Deli Serdang, Asahan, Labuhanbatu, Toba Samosir, Mandailing Natal.

"Kemudian, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Batubara, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Medan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjung Balai, Binjai, Tebingtinggi, dan Padangsidempuan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, dr Aris Yudariansyah, seperti yang dikutip indozone dari Antara, Kamis, (20/1/2022).

Sedangkan daerah yang berstatus PPKM Level II, dia sebutkan, Simalungun, Dairi, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Labuhan Batu Utara, dan Gunungsitoli.

Lanjutnya mengatakan, bahwa pihaknya tetap memperkuat pelaksanaan 3T yakni testing, tracing dan treatment meskipun sudah banyak daerah di Sumut yang berstatus PPKM Level I, sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Untuk testing sendiri, kata Aris, akan ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate nya secara mingguan. Kemudian tracing perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi dan orang yang diidentifikasi sebagai kontak erat perlu dikarantina.

Sedangkan untuk treatment perlu dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala pasien.

"Jadi hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis saja yang perlu dirawat di rumah sakit. Begitu juga isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:


Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US