Terungkap Kronologi Pembunuhan Anak di Medan, Mulai Eksekusi hingga Pelarian Tersangka
Tersangka pembunuhan dua anak di Medan. (ANTARA/IST)
News
Kota Medan

Terungkap Kronologi Pembunuhan Anak di Medan, Mulai Eksekusi hingga Pelarian Tersangka

Selasa, 23 Juni 2020 10:36 WIB 23 Juni 2020, 10:36 WIB

INDOZONE.ID - Kronologi pembunuhan anak di Medan oleh ayah tirinya terungkap pada saat pihak kepolisian menggelar pra-rekonstruksi pembunuhan sadis itu di area kampus Global Prima Medan, Senin (22/6) sore. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang dijumpai di lokasi mengatakan, dalam pra-rekonstruksi tersebut ada 17 adegan yang akan diperagakan oleh tersangka Rahmadsyah (30). 

Kapolres mengatakan, agenda rekonstruksi ini dimulai dari tersangka dan kedua anak tirinya itu bertengkar hingga proses eksekusi.

"Adegan mulai dari pertengkaran hingga proses eksekusi oleh tersangka," ujarnya, seperti dilansir dari Antara, Senin (22/6/2020).

Dari pra-rekonstruksi itu juga terungkap kronologi pembunuhan terhadap Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5) yang dilakukan oleh ayah tiri kedua bocah tersebut.

Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, pada Jumat (19/6) malam kedua bocah bersama tersangka, Rahmadsyah, sedang menonton televisi di rumahnya di samping gedung sekolah Global Prima. Tak lama kemudian, kedua bocah tersebut meminta uang kepada tersangka untuk membeli ek krim. Namun, tersangka mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki uang. 

Kedua korban terus meminta dan memaksa tersangka untuk memberikan uang.

"Kedua korban kemudian mengatai tersangka pelit dan mengatakan akan meminta kepada ibu mereka untuk mencari ayah baru," katanya.

Tersangka pun kesal dengan perkataan kedua anaknya itu, lalu memukul dan membenturkan kepala kedua anaknya ke lantai dan ke dinding.

"Setelah dibenturkan ke lantai dan dinding sebanyak masing-masing empat sampai lima kali, tersangka kemudian menginjak perut kedua anak-anaknya itu," katanya.

Kedua bocah tersebut meninggal. Tersangka lalu membuang keduanya ke parit tepat di samping sekolah Global Prima, lewat lorong sebelah rumahnya. Setelah itu tersangka langsung melarikan diri. 

Keesokan harinya, pada Sabtu (20/6), ibu kedua korban menanyakan kepada tersangka tentang keberadaan anak-anaknya melalui telepon seluler. Namun tidak mendapat jawaban.

Kemudian pada Minggu (21/6) sekitar pukul 07.30 WIB pagi, tersangka mengirim chat lewat akun Facebook, bahwa anaknya sudah dibunuh dan dibuang di parit samping sekolah Global Prima Medan. 

"Setelah jenazah kedua bocah ini kita temukan, kita langsung melakukan penyelidikan dan mencari tersangka. Dalam kurun waktu delapan jam dari ditemukan jenazah, petugas kita berhasil meringkus tersangka di kawasan Deli Tua," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU