Cerita Warga yang Ternaknya Mati Dimangsa Makhluk Misterius di Taput, Babi Juga Mati
Kiri: Ternak babi milik warga mati. | Penampakan yang ditemukan warga saat melakukan pemburuan makhluk misterius. (ANTARA/IST)
News
Kab. Tapanuli Utara

Cerita Warga yang Ternaknya Mati Dimangsa Makhluk Misterius di Taput, Babi Juga Mati

Senin, 22 Juni 2020 12:15 WIB 22 Juni 2020, 12:15 WIB

INDOZONE.ID - Kejadian ternak mati secara misterius di Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) belum juga terungkap. Ketika diketahui ternak yang mati adalah bebek, warga menduga ternak dimangsa musang. Namun, ketika ternak yang mati dimangsa adalah babi, warga menduga pemangsanya bukan musang.

Menurut Saut Simanjuntak (47), warga Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, ialah warga yang ternaknya mati dimangsa makhluk misterius itu. Dua ratusan ternak ayam, dan bebek, serta seekor ternak babi miliknya menjadi mangsa makhluk haus darah, sejak sebulan terakhir.

"Kejadiannya sejak sebulan lebih. Namun, masyarakat luas baru mengetahuinya pada minggu lalu, saat sejumlah ekor bebek, dan ayam, juga seekor ternak babi kembali dimangsa," terang Saut ketika ditemui di lokasi kediamannya, seperti dilansir dari Antara, Minggu (21/6).

Saut mengatakan, awalnya hampir setiap hari dalam sebulan terakhir, 1-2 ekor ternaknya menjadi korban pemangsa dengan kondisi ternak mati yang mengalami luka di bagian leher.

"Anehnya, bangkai setiap ternak yang dimangsa selalu utuh. Sepertinya, hanya darahnya saja yang diisap makhluk haus darah itu," ujarnya.

Tidak hanya bebek dan ayam, pada Rabu, 17 Juni 2020, sekira pukul 6.30 WIB, seekor ternak babi seberat 25 kg miliknya tak lagi berada di dalam kandang, dan sejumlah ternak ayam dan bebek nampak terbujur kaku dengan luka di bagian leher.

Mengetahui kejadian itu, Saut berinisiatif mencari ternaknya yang hilang ke arah sungai dan menemukan bangkai babi miliknya di tepian sungai yang berjarak lebih kurang 35 meter dari lokasi kandang. 

"Biasanya ayam dan bebek yang mati mengalami luka di bagian leher. Namun, ternak babi ini mengalami sejumlah luka tusukan di bagian leher, bekas cakaran, dan mengalami luka seperti sayatan memanjang pada bagian perut, hingga bagian dalam perutnya terlihat, meski tidak organ tubuh yang hilang," urai Saut.

Sejak kejadian itu, informasi kematian ternaknya yang tidak wajar langsung beredar luas di jagad maya hingga menyita perhatian masyarakat luas, termasuk aparatur desa, dan kecamatan, TNI/Polri, hingga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Sumut.

BBKSDA Turun 

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Taput pun turun tangan mengungkap misteri matinya ternak yang meresahkan masyarakat itu.

Menurut Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Tarutung, Manigor Lumbantoruan, pemangsa ratusan ternak dengan mengisap darah mangsanya di Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara diduga tak hanya beraksi pada malam hari saja alias bukan binatang malam.

"Berdasarkan keterangan pemilik ternak yang dimangsa, binatang pemangsa ini tak hanya beraksi di malam hari saja, sebab sejumlah ternak ayam dan bebek juga dimangsa pada siang hari," terang Manigor, Minggu (21/6).

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan Saut Simanjuntak. Sejumlah ternak bebek dan ayam milik Saut beberapa kali tetiba ditemukan terbujur mati pada siang hari, sekira pukul 13.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB.

"Jadi kesimpulan sementara, pemangsa ini bukan binatang malam yang hanya beraksi pada malam hari saja," sebut Manigor.

Meski pemangsa diketahui mampu beraksi siang dan malam hari, namun pihak BBKSDA setempat belum bisa menyimpulkan jenis binatang yang hanya mengisap darah mangsanya itu.

Sebelumnya, kata Manigor, saat mangsanya masih kategori ternak ayam, atau bebek, kemungkinan pemangsa jenis musang dimungkinkan sebagai dalang utama.

Namun, saat mangsanya adalah ternak babi yang memiliki bobot berat hingga puluhan kilo, jenis beruang dimungkinkan sebagai pemangsanya.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US