Senyum 'Misterius' Soeharto Ketika Seorang Anak Bertanya Kenapa Presiden Cuma Satu
Presiden Soeharto. (Youtube/HM Soeharto)
News
Nasional

Senyum 'Misterius' Soeharto Ketika Seorang Anak Bertanya Kenapa Presiden Cuma Satu

Kamis, 23 Juli 2020 15:56 WIB 23 Juli 2020, 15:56 WIB

INDOZONE.ID - Dalam sebuah kesempatan pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 1994, Presiden Soeharto mengundang sejumlah anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah ditanyai satu per satu, sang presiden memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya kepadanya. Namun, ada satu pertanyaan yang membuat "The Smiling General" itu tersenyum dan membuatnya penasaran.

Pada momen itu, Presiden Soeharto bertanya-tanya kepada anak-anak dalam suasana akrab. Anak-anak itu ada yang diundang dari Medan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua.

Didampingi Wakil Presiden Try Sutrisno, Ibu Tien Soeharto dan sejumlah diplomat dari berbagai negara, presiden berbincang-bincang dengan anak-anak tersebut. Sebagian anak tampak malu-malu dan kelihatan hati-hati bertanya kepada sang presiden. 

Pertama-tama, presiden menyapa dan menanyakan satu persatu cita-cita mereka. Ada yang mengatakan ingin jadi presiden seperti dirinya maupun menjadi dokter. Setelah selesai bertanya, Soerhato lalu memberikan kesempatan kepada anak-anak itu untuk bertanya.

"Nah, sekarang apa yang disampaikan kepada saya, silakan, nggak usah malu-malu," katanya.

Anak-anak langsung tunjuk tangan dan berebut ingin bertanya. Ada yang bertanya berapa angka kemiskinan, bisakah orang cacat menjadi presiden, bisakah perempuan menjadi presiden, yang semuanya dijawab dengan santai, penuh senyum dan tawa oleh Soeharto. 

Kemudian, dia memberikan kesempatan lagi bertanya. 

"Ayo, ada lagi yang mau disampaikan?" tanyanya lagi.

Soeharto lalu menunjuk seorang anak dari Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Nama saya Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai. Saya mau tanya kenapa presiden di Indonesia cuma satu padahal Indonesia sangat banyak?"

Soeharto, dengan senyum khasnya, langsung tertawa mendengarkan pertanyaan si anak tersebut. 

"Hahahaha. Ya, terang itu. Nanti kalau...Presiden itu hanya satu untuk memimpin bangsa dan negara. Kalau sampai 2-3, nanti lantas gak bisa berjalan dengan baik. Banyak pemimpin, banyak kapten, kemudian lantas negara menjadi rusak," katanya, menjawab anak itu.

"Tapi terang bahwasanya presiden yang satu ini hanya melaksanaken apa yang diputuskan oleh rakyat, melewati MPR, menekuni Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Jadi walaupun cuma satu tapi sebetulnya terikat kepada GBHN, terikat kepada Pancasila, terikat kepada UUD 45," lanjut Soeharto.

Pada saat itu, Soeharto sudah 28 tahun menjabat sebagai presiden sejak duduk pada tahun1967. 

Seperti pada video yang diunggah di akun Youtube HM Soerharto itu, sang presiden juga menjelaskan bahwa seorang presiden bisa dipilih lagi kalau sudah lima tahun memimpin, dan begitu seterusnya. 

"Jadi memang gak boleh, menurut undang-undangnya memang hanya satu. Satu aja hanya untuk lima tahun. Setelah lima tahun boleh dipilih lagi untuk lima tahun. Setelah lima tahun kemudian bisa juga dipilih lagi untuk berapa? lima tahun," katanya.

Usai menjawab pertanyaan anak polos itu panjang lebar, Soeharto lantas bertanya balik, meski dengan senyum dan tawa namun tampaknya pertanyaan itu mendorongnya untuk bertanya balik kepada si anak. 

"Kenapa kamu tanya begitu? Kenapa? Siapa yang suruh siapa? Hah? Karena hanya ingin tahu saja? Kalau di rumah juga begitu. Kan tidak ada bapak 2-3. Ya, toh? Bapakmu hanya satu toh?" katanya.

Seluruh hadirin di Istana Negara ikut tertawa pada saat itu. Namun, seperti diketahui, presiden Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang dihormati sekaligus ditakuti. Sepanjang sejarah Indonesia, dia merupakan orang terlama menduduki jabatan sebagai presiden, yaitu selama 31 tahun, sebelum akhirnya dilengserkan pada 21 Mei 1998. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US