Kepada TikTokers Medan, Kalian Aman, Indonesia Tak Akan Ikut-ikutan AS Larang TikTok
Ilustrasi TikTok. (REUTERS/Dado Ruvic)
News
Nasional

Kepada TikTokers Medan, Kalian Aman, Indonesia Tak Akan Ikut-ikutan AS Larang TikTok

Jumat, 07 Agustus 2020 16:32 WIB 07 Agustus 2020, 16:32 WIB

INDOZONE.ID - Kepada seluruh TikTokers di Medan, kalian masih aman. Karena pemerintah Indonesia tidak akan ikut-ikutan Amerika Serikat yang melarang aplikasi video daring populer, TikTok.

Seperti diketahui, sejumlah negara di dunia, termasuk Amerika Serikat menutup akses warganya terhadap TikTok karena alasan keamanan dunia siber. 

Pemerintah Indonesia, melalui Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa tidak akan melakukan penutupan terhadap aplikasi TikTok karena alasan keamanan seperti negara-negara lain lakukan.

"Indonesia mengikuti secara seksama berbagai kebijakan negara lain terkait penutupan aplikasi TikTok dengan alasan keamanan. Namun, Indonesia tidak akan serta merta melakukan tindakan serupa hanya karena negara-negara lain melakukan,” ujar Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdaningtyas, Jumat (7/8).

Grata mengatakan pemerintah akan terus mendorong penyelenggara sistem elektronik dan aplikasi media sosial yang beroperasi di Indonesia untuk menaati dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan di negara ini.

"Secara umum, selama tidak terbukti adanya pelanggaran hukum perundang-undangan yang berlaku, aplikasi sosial media dapat beroperasi di Indonesia,” kata Grata.

Sebelumnya pada Juni lalu, pemerintah India melarang penggunaan aplikasi asal Tiongkok itu karena alasan keamanan siber.

India menilai bahwa aplikasi video daring itu dapat mengancam keamanan dan pertahanan nasional. Sebab, TikTok dikhawatirkan diam-diam melakukan pencurian data dan mentransmisikannya dengan cara yang  tidak benar ke server yang memiliki lokasi di luar India.

Setelah India, Pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri menanggapi ancaman yang dilayangkan Presiden Donald Trump untuk mempersilakan TikTok keluar dari negaranya jika tidak dijual ke perusahaan Amerika Serikat sampai paling lambat 15 September 2020.

Amerika Serikat menilai TikTok telah menjadi ancaman baru bagi keamanan privasi setiap warga negaranya. Padahal, ByteDance, selaku perusahaan induk TikTok di Tiongkok telah menegaskan bahwa data pengguna TikTok di Amerika Serikat tetap disimpan di dalam negeri dan tidak akan dipengaruhi oleh Tiongkok atau pun pemerintahannya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
Nanda

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US