Turut Bangga, Ini Rahasia Jitu Mengapa INKA Bisa Ekspor Kereta Sampai ke Bangladesh
Rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka. (ANTARA FOTO/SISWO WIDODO)
News
Nasional

Turut Bangga, Ini Rahasia Jitu Mengapa INKA Bisa Ekspor Kereta Sampai ke Bangladesh

Minggu, 11 Oktober 2020 10:07 WIB 11 Oktober 2020, 10:07 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro membeberkan bagaimana strategi BUMN produsen kereta tersebut bisa merambah pasar dunia seperti dengan melakukan ekspor sampai ke negara Bangladesh.

Mengutip Antara, Minggu (11/10), ada sejumlah usaha yang dilakukan INKA agar bisa memasuki pasar internasional, salah satunya dengan mengikuti lelang dan berhasil memenangkan tender.

Saat mengikuti lelang, pihaknya memainkan strategi dengan memasang tarif harga jual yang lebih rendah dari perusahaan kereta asal China agar dapat bersaing.

"Kami gunakan pada lelang, ada 'expo' di mana pun kapan pun, kami ikuti terus, harga kami jaga terus sehingga berapa pun harga China, kami harus lebih murah. Memang agak berdarah-darah karena harga China lebih murah, tapi masalah harga harus lebih murah," kata Budi.

Selain itu, INKA juga lebih selektif dalam mengikuti tender. Misalnya untuk pasar di Asia, seperti Bangladesh, Laos, Filipina, atau hingga Afrika yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan tender.

Kemudian dalam persoalan kerja sama, INKA juga mengalami kendala permodalan, namun hal tersebut sudah diselesaikan melalui pembiayaan dari Exim Bank.

"Kami memang harus selektif. Kami tidak akan bunuh diri masuk ke pasar Jepang. Ka i masuk pasar Afrika, atau Asia yang membutuhkan seperti Bangladesh, Laos, melalui lelang. 'Cost'-nya itu harus bisa bersaing dengan perusahaan China," kata dia.

Untuk Bangladesh, INKA  merupakan pemenang tender dalam pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada 2017 dengan total nilai kontrak sebesar 100,89 juta dolar AS.

Pengadaan kereta tersebut terdiri dari 200 kereta tipe MG dan 50 kereta tipe BG. Sebanyak 50 kereta tipe BG sudah mulai dikirim pada awal 2019.

Pada tahun sebelumnya, INKA  juga telah mengekspor 150 unit gerbong dengan nilai kontrak senilai 72,39 juta dolar AS dan 50 unit sebelumnya pada 2006 dengan nilai kontrak sebesar 13,8 juta dolar AS.

Budi menjelaskan bahwa kekuatan gerbong menjadi konsentrasi perusahaan dalam mendesain kereta penumpang untuk Bangladesh. Pasalnya, jumlah penumpang di Bangladesh membludak bahkan sampai mengisi atap kereta.

"Bangladesh yang terpenting keretanya jalan, dinaiki orang pelan-pelan, yang penting kuat. Bagus nomor dua karena kereta di sana itu sampai atap full (penumpangnya)," kata Budi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU