Payudara Perempuan Ini Besar Sebelah, Tapi Dia Tolak Tawaran Oplas Gratis, Kenapa Ya?
Rebecca Butcher menderita sindrom Poland yang membuat ukuran payudaranya besar sebelah. (Instagram/beccabutcherx)
Life
Internasional

Payudara Perempuan Ini Besar Sebelah, Tapi Dia Tolak Tawaran Oplas Gratis, Kenapa Ya?

Jumat, 14 Agustus 2020 17:09 WIB 14 Agustus 2020, 17:09 WIB

INDOZONE.ID - Bagi sebagian perempuan, payudara merupakan bagian tubuh yang paling diperhatikan. Tak jarang karena ukurannya dinilai kurang memuaskan, sebagian perempuan memilih untuk melakukan operasi plastik agar dapat merubah bentuk payudara menjadi lebih sempurna.

Nah, berbeda dengan seorang perempuan asal Inggris yang satu ini. Meski bentuk payudaranya mengalami kelainan, dia menolak tawaran melakukan operasi plastik gratis dari National Health Service (NHS) Inggris.

Adalah Rebecca Butcher, perempuan berusia 23 tahun ini menderita sindrom Poland. Akibat sindrom itu, payudara Rebecca tumbuh tidak seimbang. Payudara kirinya berukuran cup A, sementara yang kanan berukuran cup D.

Rupanya saat masih remaja dulu, payudara Rebecca memang tumbuh dengan lambat. Bahkan, salah seorang temannya sudah mengingatkan bahwa ukuran payudara Rebecca tidak seimbang.

"Sementara beberapa temanku tumbuh dengan cepat, payudaraku sedikit lebih lambat dan salah satu teman menyebutkan bahwa ukurannya tidak seimbang dan aku mulai khawatir," ujar Rebecca dikutip Indozone dari laman The Sun, Jumat (14/8).

"Aku ingat ketika umurku 15, aku melihat di kaca setelah berenang dan menyadari temanku benar. Payudara kiriku lebih kecil dibandingkan yang kanan, dan terlepas dari kekhawatiranku, dokter memberitahu untuk tidak khawatir karena payudara tumbuh dalam kecepatan berbeda," tambah dia.

Memasuki usia 16 tahun, Rebecca mulai khawatir dengan pertumbuhan payudaranya. Sebab, ukuran payudaranya saat itu mulai terlihat jelas perbedaannya. Setiap bra yang dibelinya tidak selalu pas ukurannya.

Bahkan hal yang paling menyedihkan adalah Rebecca kerap dibully oleh teman-teman sekolahnya saat berganti pakaian.

"Aku membuat alasan untuk tidak ikut pelajaran berenang, hanya karena aku merasa semua orang memperhatikanku dan aku membencinya," ungkap dia.

Karena sudah menyadari bentuk payudaranya yang tidak sempurna, Rebecca mulai banyak berdiskusi dengan sejumlah dokter. Rata-rata dari mereka menyarankan Rebecca untuk membuat payudara prostetik agar bisa memakai bra ukuran 34D.

Namun, saran itu dinilainya terlalu merepotkan. Rebecca pun akhirnya melakukan riset sendiri sampai dia didiagnosis menderita sindrom Poland. Diagnosis itu lantas tak membuatnya sedih. Dia malah semakin percaya diri dengan bentuk payudaranya.

Saking cintanya dengan diri sendiri, Rebecca sempat menolak tawaran operasi plastik gratis dari NHS pada tahun 2014 lalu.

"Dokter spesialis memberitahu bahwa ini akan membuat payudaraku terlihat simetris tapi aku merasa ini salah, dan mereka syok saat aku menolak," katanya.

"Aku sadar bahwa sikapku yang terbuka telah membantu banyak orang dan sekarang aku mencintai tubuhku, aku merasa menjadi seorang hipokrit jika mengubahnya dengan operasi plastik," lanjutnya.

Keputusannya untuk menolak tawaran operasi plastik gratis itu sempat mengundang berbagai komentar dari orang-orang terdekatnya. Namun Rebecca tetap yakin dengan keputusannya untuk lebih mencintai diri sendiri.

"Payudaraku mengajari bahwa ukuran bukan masalah. Aku ingin menunjukkan kepada wanita lain dengan ukuran payudara tak seimbang bahwa mereka juga cantik dan harus berani melawan orang yang berkata sebaliknya," tutup Rebecca.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU