Cerita Sedih Seorang Perempuan yang Kehilangan Empat Keluarga karena Covid-19
Kiri: Dea Winnie Pertiwi | Kanan: Najwa Shihab. (YouTube/Najwa Shihab)
Life
Nasional

Cerita Sedih Seorang Perempuan yang Kehilangan Empat Keluarga karena Covid-19

Jumat, 17 Juli 2020 15:59 WIB 17 Juli 2020, 15:59 WIB

INDOZONE.ID - Seorang perempuan membagikan cerita sedihnya ketika kehilangan anggota keluarganya karena Covid-19. Kisah itu dibagian seorang perempuan di Surabaya, Jawa Timur, Dea Winnie Pertiwi.

Warga asal Surabaya ini menceritakan kronologi ketika dirinya kehilangan satu persatu keluarganya, mulai dari orang tua, kakak kandung, dan keponakan yang masih dalam kandungan.

Kepada jurnalis Najwa Shihab, Dea menceritakan virus itu pertama kali menular dari kakak iparnya. Kala itu, sang kaka ipar tengah mengantar istrinya (kakak kandung Dea) yang tengah hamil ke rumah sakit untuk mengontrol kandungannya, pada pertengahan bulan Mei lalu. 

"Setelah itu baru kaka ipar sakit jadi menulari satu rumah," ungkap Dea, seperti ditayangkan pada kanal Youtube Najwa Shihab, baru-baru ini.

Setelah kakak iparnya sakit, keluarganya tidak mengira kalau terkena Covid-19. Pasalnya, hasil rapid tes sang kakak ipar, menunjukan non-reaktif terhadap virus corona. Kendati demikian, kakak ipar Dea bisa melewati sakitnya melawan virus corona dan dinyatakan sembuh. Namun, virus itu justru menulari istrinya, yang sedang hamil delapan bulan.

Sang kakak sempat dua kali bolak-balik ke UGD di rumah sakit. Bahkan, dia masih bisa berjalan, akhirnya pihak rumah sakit menyuruh sang kakak untuk rawat jalan. Tetapi, setelah dirawat dirumah, kondisi kakak Dea malah memburuk dan kesulitan bernafas. Namun, pada 26 Mei kakak ipar Dea minta dilarikan ke rumah sakit karena kesulitan bernafas.

"Saat itu satu rumah lagi sakit, selang dua hari mamah nggak kuat minta ke rumah sakit juga," papar Dea.

Setelah sang ibunda Dea dibawa ke rumah sakit, kondisi ayahnya pun memburuk dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sehingga ayah dan ibunya dirawat bersama dalam satu ruang isolasi. 

Sedihnya, satu persatu anggota keluarga meninggal dunia. Pertama ialah keponakan, yang ada di dalam kandungan sang kakak. Disusul ayahnya, lalu kakaknya yang sedang mengandung dan terakhir ibundanya. Kakaknya meninggal dengan jarak 3 hari ibunya meninggal. 

"Mamah saat itu kasih tau papah meninggal, tapi sampai mama meninggal, mamah nggak tau kaka juga meninggal," ungkap Dea.

Menurutnya Dea, sebenarnya keluarganya bisa dikatakan taat pada protokol kesehatan. Terlebih, sang ayah yang kerap melarang bila Dea mengajak ibu dan kakaknya keluar rumah. Namun, mereka yang taat saja bisa terkena corona, apalagi masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Dea juga sempat terkena Covid-19. Namun, dia bisa melawan virus tersebut hingga dirinya bisa beraktivitas kembali seperti semula. Dia pun berpesan agar masyarakat taat pada protokol kesehatan. 

"Karena mereka belum merasa kehilangan orang terdekat bagaimana sedihnya," katanya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US