Sumut Gagal Masuk 10 Besar PON XX/2021 Papua, Koni Sumut Sampaikan Permohonan Maaf
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat bersama Atlet Sumut di PON XX/2021 Papua. (foto/istimewa)
News
Nasional

Sumut Gagal Masuk 10 Besar PON XX/2021 Papua, Koni Sumut Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 15 Oktober 2021 15:49 WIB 15 Oktober 2021, 15:49 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menyampaikan permohonan maaf atas pencapaian kontingen Sumut di PON XX/2021 Papua yang  hanya memperoleh 10 medali emas, 22 perak dan 22 perunggu sehingga terlempar dari posisi sepuluh besar atau menempati peringkat 13 dari 34 provinsi di tanah air.

“Selaku Ketua Umum KONI Sumut  dan pimpinan kontingen, saya  menyampaikan permohonan maaf kepada  seluruh masyarakat, terkhusus Pemerintah Pronvisi, target bertahan di peringkat sepuluh besar gagal dipenuhi. Saya  bertanggungjawab atas kegagalan ini,” ujar John ketika ditemui di Sekretariat Kontingen Sumut di Klaster Jayapura, seperti yang dikutip Idnozone Jumat (15/10/2021).

Ditegaskannya, sekembalinya dari  Papua, ia akan melaporkan hasil evaluasi  pencapaian Sumut di  Papua  kepada Pemerintah Provinsi Sumut.

Didampingi Wakil Ketua I Agung Sunarno dan Sekum Chairul Azmi Hutasuhut, John  tidak ingin menyalahkan ataupun mencari “kambing hitam” atas kegagalan ini. 

Menurutnya, kita harus mengakui bahwa perkembangan atlet provinsi lain  cukup pesat. Hal ini tidak terpantau sebelumnya karena dalam dua tahun terakhir minim event atau kompetisi dampak pandemi covid. 

“Dalam persiapan atlet-atlet Sumut minus  try in dan try out, kecuali Pelatda Penuh yang dilaksanakan sejak Juli 2021, dan Inilah hasil  yang didapat,” ujarnya.

Dia lebih lanjut  menjelaskan, beberapa cabor sesungguhnya meraih prestasi  cukuk  baik seperti wushu mendapat lima emas walau ia sendiri  sebenarnya berharap tujuh emas karena di PON Jabar meraih sembilan emas.

Selain itu atletik bisa mendapat tiga emas. Bahkan yang mengejutkan Tarung Drajat yang hanya mengirimkan dua atlet tapi maksimal mendapat satu emas dan satu perak.

Namun, tambahnya lagi, tidak sedikit pula cabor di Sumut yang terkesan terlalu yakin dengan targetnya tetapi akhirnya gagal meraih emas.

Terkait banyaknya kendala yang dihadapi kontingen Sumut, John tidak memungkiri kontingennya banyak mendapat kendala non tehnis. Tapi sekali, ia tidak ingin menjadi kendala  ini menjadi faktor kegagalan Sumut meraih prestasi.

Namun John membenarkan, pelakasanaan PON, terlebih jika Sumut nantnya menjadi tuan rumah bersama Aceh Tahun 2024, hendaknya kembali kepada roh dan cita-cita anak bangsa, sebagai ajang memupuk persaudaraan,  persahabatan, persatuan dan kesatuan, baru demi prestasi.

”Kalau nanti kita menjadi tuan rumah PON, kita harus bisa menunjukkan kepada masyarakat olahraga Indonesia bahwa  kita bisa jujur, sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai  olahraga secara universal,” jelasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:


Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU