Kebakaran Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, BBKSDA Riau Butuh Bantuan Helikopter Padamkan Api
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Suharyono (dua kanan) mencoba memadamkan kebakaran di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (2/3/2021). BBKSDA Riau memperkirakan luas kebakaran sudah menca
News
Nasional

Kebakaran Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, BBKSDA Riau Butuh Bantuan Helikopter Padamkan Api

Rabu, 03 Maret 2021 15:24 WIB 03 Maret 2021, 15:24 WIB

INDOZONE.ID - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menyatakan butuh bantuan helikopter untuk proses pemadaman kebakaran di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, yang masih sulit dikendalikan karena sulitnya mencapai sumber air.

"Kemarin kita sudah meminta bantuan helikopter Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup KLHK untuk 'waterbombing' tapi ada masalah pada alat kantong airnya," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu (3/3/2021) dikutip dari Antara.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu merupakan kawasan konservasi seluas 705.271 hektare yang diakui oleh UNESCO, yang terdiri atas dua kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil dan Bukit Batu.

Suharyono mengatakan tim gabungan yang dipimpin BBKSDA Riau sudah 11 hari terakhir mencoba melakukan pemadaman di kawasan tersebut.

"Kita memang belum menghitung secara detil, tapi diperkirakan sudah luasnya sudah mencapai 100 hektare," katanya.

Menurut dia, upaya pemadaman kini masih fokus dari darat yang terdiri dari 23 pemadam kebakaran BBKSDA Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan dibantu tujuh orang Regu Pemadam Kebakaran PT Arara Abadi.

Ia mengatakan sebelumnya ada tiga titik api besar di kawasan tersebut, dua diantaranya sudah bisa dikendalikan. Selain itu, disekeliling kawasan tersebut juga terjadi kebakaran. Lokasi kebakaran besar sangat kering, dan jauh dari akses jalan sehingga mobilitas personel yang membawa alat sangat sulit.

Suharyono menduga kebakaran di kawasan itu dipicu oleh faktor manusia yang melakukan pembukaan lahan pertanian secara ilegal. Kawasan tersebut sejatinya adalah habitat alami untuk gajah sumatera dan tanaman yang dilindungi, salah satunya kantong semar.

"Tidak mungkin binatang yang bawa korek api terus membakar. Saya menduga kebakaran ini terjadi karena faktor manusia," katanya.

Pemprov Riau sudah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 15 Februari hingga 31 Oktober 2021. KLHK sudah menurunkan satu unit helikopter untuk membantu proses pemadaman dari udara atau "waterbombing". 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Raden Arman

Raden Arman

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU