Soal Warga sudah Meninggal Ikut Pilih Kepling, DPRD Medan akan Panggil Camat hingga Lurah
Ketua KoKomisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong sedang menerima deligasi warg soal permasalahan Kepling. (WhatsApp/Istimewa).
News
Kota Medan

Soal Warga sudah Meninggal Ikut Pilih Kepling, DPRD Medan akan Panggil Camat hingga Lurah

Senin, 17 Januari 2022 16:18 WIB 17 Januari 2022, 16:18 WIB

INDOZONE.ID - Sejumlah anggota DPRD Medan menerima delegasi warga yang tergabung Forum Peduli Kecamtan Medan Denai. Hal ini dikarenakan keluhan warga tentang kecurangan pengangkatan hingga pemilihan Kepala Lingkunga (Kepling) di Kecamatan Medan Denai.

Pasalnya, warga yang sudah meninggal dunia bisa ikut memilih calon Kepling tersebut. Maka dari itu, anggota DPRD Medan Komisi I, yang dimpimpin  Rudiyanto Simangunsong (PKS), didampingi Edi Saputra (PAN), Dedy Akhsyari Nasution dan lainnya, menerima deligasi mereka, di ruang Banggar DPRD Medan, Senin (17/1/2022).

Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong memastikan akan menghadirkan Camat dan Lurah yang bermasalah terkait pengangkatan Kepling. 

“Besok Selasa 18 Januari 2022 Camat dan Lurah akan kita panggil untuk RDP di gedung dewan pukul 14.00 wib,” sebut Rudiyanto dengan tegas karena kecewa melihat kinerja Camat dan Lurah, Senin (17/1/2022).

Pada kesempatan itu juga, Rudiyanto mengajak masyarakat di mana pun berada supaya melaporkan persoalan pengangkatan Kepling ke Komisi I DPRD Medan. 

“Kita pastikan ada dua hal maka kerap terjadi persoalan pengangkatan Kepling. “Ada cita cita besar dan orang besar terkait pengangkatan Kepling ini,” imbuh Rudiyanto.

Selain itu, Anggota DPRD Medan, Edi Saputra menyampaikan keprihatinannya terkait kecurangan pemilihan Kepling yang dilakukan Camat dan Lurah.

Untuk itu kata Edi Saputra, pihaknya di Komisi I akan memanggil Camat Medan Denai dan beberapa Lurah.

“Besok kami akan panggil hadir di gedung DPRD Medan guna Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ujar Edi Saputra.

Disampaikan Edi Saputra, dalam RDP nanti akan mempertanyakan kebenaran pengaduan warga. Selanjutnya akan dilakukan konfrontir. 

“Kita upayakan sampai clear persoalannya. Memang sangat kita sayangkan, Sikap arogan Camat yang dikeluhkan warga. Saya sendiri selaku anggota dewan tidak ditanggapi Camat,” ucapnya.

Sementara itu, anggota dewan lainnya Dedy Akhsyari Nasution mengatakan banyak yang menyimpang terkait penerapan Perwal 21 Tahun 2021 sebagai turunan Perda No 9 Tahun 2017 tentang pedoman pengangkatan dan pemberhentian Kepling.

Bahkan tambah Dedy, dimungkinkan dilakukan revisi dan dimungkinkan akan menjadi pembahasan dewan terlebih dahulu.

“Kita pun sangat menyayangkan soal adanya calon Kepling titipan dari orang tertentu. Tapi kita harus komit agar tetap memilih yang terbaik dan bersedia mengabdi kepada masyarakat, ” jelas Dedy.

Sebelumnya, salah satu warga Junaidi menyebut berbagai kecurangan. Parahnya, ada warga yang sudah meninggal dunia ikut namanya tercantum untuk mendukung salah satu calon Kepling.

Dibeberkannya, pengangkatan Kepling di Lingkungan 14 Kelurahan TS Mandala II, ada 3 nama warga yang sudah meninggal dunia yakni Candra Silaen, Mahmud Pasaribu dan Parsaoran Marbun. Ke 3 nama itu tercantum sebagai pendukung nama calon Kepling yakni Diana Sinurat.

Sama halnya keluhan yang disampaikan M Mindo menyebut dalan pengangkatan Kepling dalam proses pencalonan Kepling terkesan ada diskriminasi. 

“Bila salah satu calon Kepling direkomendasi organisasi sosial ‘Karang Taruna’ sangat mendapat prioritas dari Camat atau Lurah. Kali ini merupakan pemilihan Kepling terburuk di Kota Medan, ” ujar Mindo.

Ditambahkannya, dia sangat berharap kepada DPRD Medan agar merekomendasikan pembatalan pengangkatan Kepling di Medan Denai. 

“Kita berharap Kepling yang bermasalah supaya dievaluasi atau diulang dan transparan,” pinta Mindo.

Diketahui, sebelum diterima diruang banggar gedung DPRD Medan,  atusan warga yang tergabung Forum Peduli Kecamatan Medan Denai  melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Medan, Senin (17/1/2022). Warga menuntut transparansi soal pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling).

Bahkan dalam orasinya yang disampaikan Martin Lumbangaol menyampaikan agar Walikota Mesan menindak Camat Medan Denai. 

“Copot Camat Medan Denai karena menciptakan keresahan di Medan Denai, ” sebut Martin dalam orasinya.


Artikel Menarik Lainnya:

Aqmarul Akhyar
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US