Studi Terbaru, Pria Botak Berpotensi Tinggi Terkena Virus Corona
Pria berkepala botak. (Pexels)
Health
Internasional

Studi Terbaru, Pria Botak Berpotensi Tinggi Terkena Virus Corona

Kamis, 23 Juli 2020 13:49 WIB 23 Juli 2020, 13:49 WIB

INDOZONE.ID - Tak berkesudahan studi tentang virus corona (Covid-19). Studi terbaru menyebutkan bahwa pria dengan masalah kebotakan berisiko mengalami dampak lebih fatal terinfeksi virus Corona COVID-19. Studi ini disimpulkan setelah para ilmuwan mengamati adanya keterkaitan yang 'unik' dengan faktor hormonal.

Kaitan antara kebotakan dengan virus Corona terungkap saat para ilmuwan membandingkan tingkat keparahan penyakit pada pria dan wanita. Mereka meyakini, hormon androgen pada pria meningkatkan kemampuan virus dalam menyerang sel.

"Kami benar-benar berpikir bahwa kebotakan adalah prodiktor sempurna untuk keparahan," kata Prof Carlos Wambier dari Brown University, dikutip dari Nypost.

Hormon yang sama juga bertanggung jawab pada masalah kebotakan pada pria. Tak disangka, memang ada kaitan kuat antara kebotakan dengan infeksi virus Corona. 

Sebuah fakta menarik memperkuat keterkaitan tersebut. Dalam sebuah riset, hampir 80 persen pasien virus Corona yang masuk rumah sakit di Madrid, Spanyol, adalah pria botak.

Fakta ini membawa harapan positif terkait kemungkinan terapi hormon untuk meringankan gejala. Salah satu obat untuk mengatasi kanker prostat, yang dipakai juga untuk mengatasi kebotakan, mungkin bisa mengatasi COVID-19.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Tonggo Simangunsong

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US